KESEKIAN kalinya pesawat Lion Air mengalami insiden. Terbaru dialami pesawat Lion Air JT177 dengan nomor registrasi PK-LGZ rute Lombok-Surabaya mendarat darurat. Sesaat setelah mengudara dari Bandara Internasional Lombok, pilot pesawat berjenis Boeing B739 memutuskan melakukan Return to Base (RTB). Kembali ke Bandara Internasional Lombok dengan pendaratan darurat, Selasa (29/9/2020) sore.

bongkah.id – Akibat kerusakan mesin, pesawat Lion Air JT177 dengan nomor registrasi PK-LGZ rute Lombok-Surabaya mendarat darurat. Sesaat setelah mengudara dari Bandara Internasional Lombok, pilot pesawat berjenis Boeing B739 memutuskan melakukan Return to Base (RTB). Kembali ke Bandara Internasional Lombok dengan pendaratan darurat, Selasa (29/9/2020) sore. Insiden ini tidak menelan korban.

“Pendaratan kembali pesawat Lion Air JT177 rute Lombok-Surabaya ke Bandara Internasional Lombok itu, berawal dari informasi yang diterima Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) bandara. Pilot meminta melakukan RTB akibat mesin nomor dua mengalami kerusakan,” kata General Manager Bandara Internasional Lombok Nugroho Jati dalam keterangan resminya.

Menurut dia, keputusan yang dilakukan pilot pesawat untuk RTB itu merupakan keputusan yang tepat, cepat, dan terbaik. Selisih waktu antara take-of dan landing kembali sekitar 25 menit. Pesawat berpenumpang 114 orang itu take-off dari Bandara Lombok pukul 16.48 WITA. Wakti landing kembali pukul 17.12 WITA.

“Dari informasi yang dikirimkan pilot itu, maka PKP-PK melaksanakan siaga 2. Sehingga pada pukul 17.12 WITA pesawat berhasil mendarat dengan selamat dan parkir di parking stand nomor 12 Bandara Lombok. Selanjutnya pesawat akan dilakukan pemeriksaan dan perawatan serius lebih lanjut,” ujarnya.

Setelah pesawat mendarat, dikatakan, seluruh penumpang kemudian turun. Diarahkan menuju ruang tunggu bandara. Dalam pendaratan darurat dengan satu mesin itu tidak ada korban jiwa. Demikian pula yang cedera dalam peristiwa naas itu.

Dari penumpang 114 orang, ditambahkan, sebanyak 40 orang telah mengajukan refund tiket ke pihak maskapai. Sementara sebanyak 74 penumpang yang tidak mengajukan refund akan diberangkatkan hari Rabu (30/9/2020) pukul 08.10 WITA. Menggunakan pesawat Lion Air JT823.

Sebagaimana sampah digital yang bertebaran, insiden pesawat yang mewarnai perjalanan bisnis maskapai Lion Air sangat berdert. Sekitar 35 insiden. Rata-rata setiap tahunnya ada saja pesawat yang mengalami insiden. Maskapai yang mulai beroperasi pada 30 Juni 2000 itu mengalami insiden pertama pada 14 Januari 2002.

Pesawat Lion Air Penerbangan 386 PK-LID rute Jakarta-Pekanbaru-Batam itu mengalami gagal take off. Pesawat jenis jenis Boeing 737-200 itu terjerembab, setelah lebih dari lima meter badan pesawat meninggalkan landasan pacu di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Insiden tersebut menelan korban. Sebanyak tujuh orang penumpang mengalami luka-luka dan patah tulang.

Sementara tiga insiden terakhir terjadi pada 29 April 2018. Lion Air penerbangan 892 rute penerbangan Makassar ke Gorontalo tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Jalaluddin, Gorontalo. Insiden yang menimpa pesawat jenis Boeing 737-800, dengan itu tidak ada korban jiwa. Insiden kembali terjadi pada 29 Oktober 2018. Lion Air Penerbangan 610 rute penerbangan Jakarta ke Pangkal Pinang. Pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 itu hilang kontak. Yang diketahui terjatuh di perairan Tanjung Karawang 13 menit pasca lepas landas. Semua penumpang dan awak pesawat dinyatakan tewas.

Selanjutnya yang terakhir pada 16 Februari 2019. Insiden menimpa pesawat Lion Air Penerbangan 714. Pesawat tergelincir saat mendarat di Bandara Supadio, Pontianak. Semua penumpang dan awak pesawatnya selamat. (ima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here