CALON Bupati Ponorogo H. Ipong Muchlissoni dengan humblenya, mengajak ibu-ibu PKK untuk berswafoto di sela-sela hobinya bersepeda gunung.

Pertandingan ulang, ternyata tidak hanya terjadi di bidang olahraga. Dalam Pilkada juga bisa terjadi. Dalam bidang olahraga, calon pemenang pertarungan sulit diprediksi dengan tepat. Namun tidak demikian di peta politik. Calon petahana memiliki peluang sangat besar. Sebab rakyat sudah melihat kinerjanya selama lima mengabdi sebagai kepala daerah. Perlu strategi halalkan segala cara untuk menghadang petahana. Salah satunya merusak citra dirinya. Agar rakyat tidak memilih kembali. Fakta itu yang kini dialami calon petahana Pilkada Banyuwangi 2020, H. Ipong Muchlisoni. Namun, Ipong tidak peduli atas fitnah yang menimpanya. Sebab dia yakin, rakyat mengetahui kualitas kerjanya dalam membangun selama periode 2015-2020.

bongkah.id – Debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo 2020 yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ponorogo, Minggu (1/11/2020) malam, di Gedung Sasana Praja, Ponorogo, sangat menarik. Inilah debat terbuka diantara dua rival yang pernah berlangsung pada Pilkada 2015 di Ponorogo.

Dua Calon Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko dan Ipong Muchlissoni, pernah bertarung pada Pilkada Ponorogo 2015. Dalam pertarungan lima tahun lalu itu, Sugiri harus mengakui keunggulan Ipong, yang kini maju lagi sebagai Cabup Petahana.

Sebagaimana Pilkada Ponorogo 2015, kala itu Ipong Muchlissoni-Soedjarno dan Sugiri Sancoko-Sukirno bertarung. Dengan dua kontestan lain, yakni Amin-Agus Widodo dan Misranto-Isnen Supriyono.

Dalam Pilkada Ponogoro 2020 ini, Sugiri Sancoko bersama Lisdyarita sebagai Cawabup. Sedangkan Ipong Muchlissoni didampingi Cawabup Bambang Tri Wahono. Persaingan lama tampak sekali dalam debat pertama, yang disiarkan di Channel YouTube KPU Ponorogo ini,

Seperti dilansir YouTube, tampak moderator mengajukan pertanyaan seputar pengembangan pertanian di era globalisasi dan teknologi bagi pelaku usaha di era 4.0. Atas pertanyaan itu, Ipong tampak lugas menjawab. Dalam 5 tahun pemerintahannya, dia menggalakkan organikisasi pertanian melalui bantuan Pupuk Organik Cair (POC). Kiat solusi di tengah kelangkaan pupuk.

“Hal ini berimbas pada nilai tukar petani dibanding 2015 pada 2019, dari 100 menjadi 115 dengan nilai produksi 75 ribu ton. Guna menciptakan lapangan kerja dan menarik generasi muda ke depan, kita mulai memasukkan teknologi di sektor pertanian, sehingga sektor ini menjadi menarik,” jawab Ipong.

Adu gagasan kembali berlanjut pada pertanyaan kedua yang dilontarkan moderator. Kali ini terkait teknologi bagi pelaku usaha menghadapi era digital 4.0. Ipong menyebut dirinya dan Bambang akan mewujudkan desa digital. Semua UMKM lokal akan didigitalisasi untuk mengembangkan jangkuan market produk.

“Saat usaha lokal sudah banyak, ada produksi anak panah di Desa Singkil, POC di Bringinan, dan Janggelan yang sudah go internasional di Selur. Saat ini mereka sudah hebat-hebat,” kata Ipong.

“Tinggal bagaimana membawa produk mereka ke pasar online. Ini ada di desa digital yang akan kita kerjakan ke depan,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Pilkada Ponorogo 2020 kali ini Ipong Ipong Muchlissoni-Bambang ditantang paslon Sugiri Sancoko-Lisdyarita. Ipong-Bambang diusung 6 partai. Yakni NasDem, PKB, Gerindra, Demokrat, Golkar, dan PKS dengan kekuatan 36 kursi legislatif. Sementara Sugiri-Lisdyarita diusung 4 partai: PDIP, PAN, PPP, dan Hanura dengan jumlah 9 kursi.

Menurut Ipong, pada awalnya semua partai pengusung mengusulkan kadernya satu per satu untuk dipilih sebagai bakal calon wakil bupati. Namun ketika ia menyodorkan salah satu kader partai untuk menjadi wakilnya, partai pengusung yang lain menolak.

Ipong sendiri mendapatkan perintah dari DPP Nasdem untuk maju menggandeng Ketua Nasdem Ponorogo Syaifuddin Dimyati, karena kursi legislatif Nasdem sudah cukup untuk mengusung Paslon sendiri dalam Pilkada Ponorogo. Namun Ipong menolak.

“Saya sampaikan permintaan maaf pada DPP, karena saya ingin maju bersama masyarakat. Bersama wakil yang disepakati oleh seluruh partai politik yang ada,” ungkap Ipong seusai deklarasi, Kamis (3/9/2020).

Dipaparkan, awalnya Bambang yang menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo menolak dipinang sebagai calon wakil bupati. Namun, sikap itu berubah pasca konsultasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat.

Melihat peta politik dari partai pengusung dalam Pilkada Ponorogo 2020 ini, Ipong sudah yakin menang telak dari Sugiri. Target kemenangannya sama dengan jumlah partai pendukung. Dia prediksi sekitar 80 persen. (ela)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here