Pedoman Penerapan New Normal di tengah wabah Covid-19.

Bongkah.id – Sebanyak lima daerah tengah mempersiapkan penerapan ‘new normal’ di tengah wabah Covid-19 yang belum lenyap. Kelima daerah yang akan menerapkan tatanan kehidupan baru tersebut meliputi tiga provinsi dan dua kota.

Penerapan new normal adalah memperbolehkan masyarakat beraktvitas dengan metode khusus dan sejumlah protokol kesehatan selama pandemi virus corona. Dengan demikian, new normal juga berarti melonggarkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Tujuan diterapkannya new normal adalah untuk memulihkan produktivitas masyarakat. Sehingga perekonomian dapat kembali menggeliat setelah terpuruk di kuartal pertama dengan pertumbuhan hanya 2,97 persen.

Pemerintah akan mengatur agar kehidupan berangsur-angsur kembali berjalan normal sambil melihat fakta-fakta di lapangan. Sebab, keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.

“Kehidupan kita pasti berubah untuk mengatasi wabah ini. Itu keniscayaan, itu adalah yang oleh banyak orang disebut new normal atau tatanan kehidupan baru,” kata Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas virtual di istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Menurut Jokowi, masyarakat harus berkompromi dan bisa hidup berdampingan dengan virus tersebut. Untuk itu, Jokowi meminta agar tatanan new normal yang sudah dipersiapkan Kementerian Kesehatan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat agar menimbulkan kesadaran pentingnya menjalankan protokol tersebut.

“Kalau itu dilakukan, sosialisasikan secara masif. Saya yakin kurva bisa kita turunkan di beberapa provinsi. Apabila efektif, kita akan gelar perluas lagi ke provinsi yang lain,” ujarnya.

Berikut lima daerah yang mempersiapkan penerapan New Normal:

1. Provinsi Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Kang Emil) mengatakan pihaknya tetap berpatokan pada level kewaspadaan. Menurut dia, penerapan new normal itu tidak boleh sama antara zona merah dengan new normal di zona kuning, zona biru, zona hijau dan sebagainya.

“Kita tetap waspada. Jadi istilahnya bukan pelonggaran, bukan relaksasi, tapi adaptasi terhadap situasi baru,” kata Kang Emil yang dikutip pada Kamis, 28 Mei 2020.

Ia mengatakan adaptasi yang dimaksud adalah pelan-pelan kegiatan ekonomi akan dibuka tapi dengan cara baru, makanya lagi disiapkan protokol kesehatan COVID-19. Menurutnya, semua toko atau harus bikin surat pernyataan siap mematuhi protokol baru dan siap diberi sanksi jika melanggar.

“Ya jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Ini dikawal TNI/Polri selama 14 hari, nanti dilakukan simulasi,” ujarnya.

2. Makassar, Sulawesi Selatan

Wilayah Makassar juga sedang melakukan persiapan untuk menerapkan tatanan kehidupan baru di tengah pandemi COVID-19 pada awal Juni 2020. Sehingga, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bersama TNI dan Polri melakukan rapat gabungan.

Rencananya tim gabungan ini terdiri dari 70 persen TNI, 30 persen Polri akan melakukan pengawasan di sejumlah tempat seperti mal, pasar dan tempat berkumpulnya orang.

3. Sumatera Selatan

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mendukung rencana pemerintah pusat untuk menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal. Malah, Herman sudah tak sabar lagi untuk menerapkan new normal.

4. Kota Bandung

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan pihaknya masih mempelajari pedomen new normal. Namun, ia mengklaim bahwa pengendalian pandemi di Kota Bandung sudah cukup baik. Sehingga, terlihat ada ruang pada saat dimensi lain juga harus bergerak.

“Misalnya dimensi ekonomi, sosial, budaya, keagamaan. Kan tidak mungkin juga kita terus dalam kehidupan seperti ini, kita siapkan itu. Tapi yang punya otoritas dalam kebijakan tentunya wali kota, nanti kami paparkan dihadapan tim gugus tugas kota,” kata Sumarna.

5. Kota Bogor

Wakil Wali Kota Bogor, Dedi A Rahum mengatakan wilayah Kota Bogor sesuai arahan Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil sudah masuk zona kuning dan tidak lagi zona merah. Makanya, ada beberapa modifikasi yang disarankan Gubernur Jawa Barat agar 60 persen kegiatan perekonomian masyarakat bisa dilaksanakan sekarang.

“Maka kami mencoba untuk menyesuaikan dengan kondisi terakhir. Kita perbolehkan operasional menyesuaikan kondisi baru, tetap pengetatan dalam jaga jarak, pakai masker dan lainnya,” katanya. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here