Bus Haapan Jaya yang membawa puluhan penumpang rombongan wisata karyawan toko plastik rusak parah disambar KA Dhoho di palang pintu perlintasan Ketanon, Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (27/2/2022) pagi.

Bongkah.id – Polres Tulungagung, Jawa Timur, belum menetapkan tersangka dalam peristiwa kecelakaan maut yang mengakibatkan lima orang tewas, Minggu (27/2/2022). Polisi masih mengorek keterangan masinis kereta api dan sopir bus Harapan Jaya.

Ada lima saksi yang dimintai keterangan oleh polisi. Antara lain masinis kereta api Rapih Doho jurusan Blitar-Surabaya inisial SW dan sopir bus Harapan Jaya Septianto Dhany Istyawan (34) warga Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung yang hanya mengalami luka ringan.

ads

“Sopir bus dan masinis kita periksa. Kami belum bisa menyimpulkan, kami kumpulkan keterangan dari para saksi dulu, setelah itu kami lakukan gelar perkara, apakah ini karena unsur kelalaian atau tidak,” kata Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Bayu Agustyan, Senin (28/2/2022).

Polisi juga masih mendalami kronologi kecelakaan maut di pintu perlintasan KA Ketanon, Kedungwaru, Tulungagung,  Jawa Timur, Minggu (27/2/2022) pagi. Rencananya tim Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan turun langsung ke lokasi kejadian pada hari ini untuk asistensi terkait kasus Kecelakaan tersebut.

Berdasar informasi yang dihimpun, kecelakaan berawal saat bus PO Harapan Jaya yang membawa rombongan karyawan Toko Sri Rejeki Tulungagung yang hendak berwisata ke Malang. Ada tiga bus yang disewa untuk mengangkut 128 penumpang.

Saat berada perlintasan tanpa palang pintu di Ketanon, Kedungwaru, satu persatu bus melintas. Insiden terjadi ketika bus kedua hendak melintas, sirine tanda kereta lewat tiba-tiba berbunyi dengan posisi kereta apir sudah berada di jarak yang dekat.

Kobtan, kecelakaan tak bisa dihindarkan. Kereta api Rapih Dhoho menghantam bagian belakang bus hingga membuat bis berputar arah dan terperosok ke kubungan lumpur.

Empat penumpang bus meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan satu korban lain meregang nyawa saat menjalani perawatan. Lainnya, 14 korban luka masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Humas RSUD Drd Iskak Tulungagung, Rifai mengatakan, korban terakhir yang meninggal dunia pada Minggu ini adalah korban yang  sejak pertama kali datang ke rumah sakit sudah kritis. Kemudian mendapatkan perawatan di Red Zone RSUD dr Iskak Tulungagung, namun akhirnya nyawanya tak tertolong.

“Benar ada 1 tambahan meninggal dunia, saat dirawat di red zone. Semua korban meninggal sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ucapnya.

Rifai menyebut, saat ini pihaknya juga tengah merawat 14 pasien lainnya yang kondisinya mengalami luka patah tulang, luka babras dan menderita cidera pada kepalanya. Berdasarkan data yang dimilikinya, 14 pasien tersebut kini dirawat di Red Zone dan Yellow Zone RSUD dr Iskak Tulungagung.

“Ada 3 pasien yang dirawat di red zone, diantaranya ada yang anak anak, ada juga yang dirawat di Yellow zone sebanyak 11 orang, sebagian ada juga yang anak anak,” jelasnya. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini