Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan sedang memeriksa kendaraan di arena bazar.

bongkah.id — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya melangkah lebih jauh dalam mendukung pendidikan vokasi dengan rencana menyumbangkan sepeda motor tak bertuan kepada sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai bahan praktik teknik kendaraan bermotor.

Langkah ini muncul seiring digelarnya Bazar Pengembalian Barang Bukti Motor Curian yang dipusatkan di Mapolrestabes Surabaya sejak 21 Januari 2026.

ads

Bazar tersebut memamerkan sekitar 1.050 unit sepeda motor hasil sitaan dan temuan sebagai barang bukti dari kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), razia balap liar, dan temuan di jalan untuk dikembalikan kepada pemilik sah tanpa biaya.

Dari jumlah itu, hingga 24 Januari 2026 baru sekitar 40 unit motor yang telah diambil oleh pemiliknya, meski bazar terus berlangsung sampai akhir bulan.

Data ini menunjukkan bahwa banyak korban curanmor yang masih menunggu kepastian dan kesempatan untuk mendapatkan kembali kendaraannya.

Menurut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, sebelum motor-motor tak bertuan diserahkan ke SMK, pihak kepolisian akan terus berupaya menghubungi pemilik sah melalui data yang tercatat seperti nomor rangka, nomor mesin, dan informasi alamat.

“Kami akan memastikan dulu apakah masih ada pemilik yang dapat diidentifikasi. Jika memang tidak bisa lagi dikejar pemiliknya, motor-motor tersebut akan dimanfaatkan untuk anak-anak SMK,” ujar Luthfie.

Inisiatif ini pantas diapresiasi karena obyek praktik di banyak SMK sering tertinggal dari perkembangan teknologi otomotif masa kini.

Siswa sekolah kejuruan kerap hanya berlatih dengan motor atau mesin yang usianya jauh dari standar kendaraan modern yang banyak beredar di masyarakat. Dengan adanya motor hasil bazar ini, mereka berpeluang mengenal berbagai tipe dan kondisi mesin nyata, termasuk diagnosa dan perbaikan riil.

Manfaat edukatifnya jelas, siswa dapat belajar langsung dari kendaraan yang pernah digunakan secara nyata, bukan hanya model simulasi atau mesin lama.

Adanya variasi kondisi mesin membuat pengalaman praktik menjadi lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Seorang guru otomotif SMK menyatakan bahwa tambahan obyek praktik seperti ini memberi motivasi positif bagi murid karena mereka dapat langsung mengasah keterampilan yang akan dibutuhkan industri otomotif.

Program penyerahan motor tak bertuan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dengan dunia pendidikan vokasi.

Langkah kreatif ini tidak hanya memperbaiki fungsi barang bukti yang tidak diambil, tetapi juga membuka peluang nyata karena barang yang semula tak terpakai bisa menjadi sumber pembelajaran yang bermanfaat.

Sementara itu, Polrestabes Surabaya memastikan bahwa masyarakat tetap bisa mengambil motornya setelah bazar berakhir dengan membawa dokumen kepemilikan yang sah ke kantor polisi. (kim)

5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini