Warga Desa Pojok Klitik, Kecamatan Plandaan, Jombang, terpaksa mengais air dari sungai yang mengering untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Selasa (24/10/2023).

Dia merinci, ada ratusan warga yang terdampak kekeringan di Dusun Tondowesi. “Kalau yang terdampak itu, 300 jiwa, ada 115 KK (kepala keluarga),” ungkap dia.

Siti pun menyebut untuk bertahan hidup, warga biasanya bergantung dengan suplai air bersih, dan ada juga warga yang mencari air bersih di kubangan air di sungai yang kondisinya mengering.

ads

“Sebelum itu ada Pamsimas, tapi untuk saat ini, ya mungkin karena kekeringan yang terlalu panjang, sehingga Pamsimasnya airnya tidak keluar,” kata dia.

“Upaya Desa ya, memang kita memerlukan bantuan dari BPBD. Dan alhamdulilah dua hari sekali ada droping. Satu kali kirim dua tangki. Satu tangkinya 5000 liter jadi ada 10.000 liter dan insyaallah mencukupi,” imbuh Siti.

Siti menegaskan tahun ini, kemarau yang terjadi cukup panjang sehingga warga Dusun Tondowesi, kekurangan air bersih.

“Ya tahun ini kemarau panjang. Tapi masyarakat untuk konsumsi (kebutuhan air bersih) cukup, tapi masih kurang. Ya karena kemaraunya parah,” ucap dia.

Dia membenarkan bila warga mencari air bersih di sungai dengan cara menggali. Meskipun waktu yang dibutuhkan untuk mengais air cukup lama.

“Iya (mengais air bersih) dengan cara membuat bendungan di sungai. Cuman lama karena di situ ada sumbernya,” pungkas Siti. (ima)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini