VAKSINASI PASAR. Kapolres Mojoketo AKBP Donny Alexander mendampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat mengunjungi pelaksanaan vaksinasi di Pasar Kedungmaling,Kecamatan Sooko, Rabu (23/6/2021). (dok. Humas Pemkab Mojokerto)

bongkah.id – Penyebaran virus Covid-19 kian menghawatirkan. Angka kasus warga terpapar virus terus meningkat. Tidak hanya yang terinfeksi virus varian Wuhan. Varian yang pertama kali masuk Indonesia. Namun, juga terlacaknya beberapa varian baru yang sudah menginfeksi warga Jawa Timur. Yakni Varian Delta yang mewabah di India. Varian ini sudah memberikan 160 kasus di Indonesia. Yang 10 kasus diantaranya terjadi di Jawa Timur.

Kondisi itu, tentu saja sangat menghawatirkan semua kepala daerah di Indonesia. Pun Satgas Covid-19. Pun Presiden Joko Widodo. Karena itu, semua kepala daerah dari tingkat gubernur sampai wali kota/ bupati diinstruksikan, untuk mengendalikan dan menurunkan penyebaran virus Covid-19 di wilayah masing-masing. Strategi dari Satgas Covid-19 dengan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala Mikro (PPKM Mikro). Sementara dari masing-masing daerah dengan program vaksinasi warga, yang sampai saat ini belum selesai.

Dan, program penanggulangan dan pengendalian yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, adalah melanjutkan program vaksinasi massal pada pedagang pasar. Pada Rabu (23/6/2021) kemarin, yang mendapat agenda vaksinasi massal itu adalah pedagang di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko. Jumlahnya sekitar 500 orang pedagang dan beberapa puluh pengunjung. Agenda vaksinasi tersebut untuk meningkatkan imunitas diri para pedagang. Juga, mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Vaksin yang disediakan untuk vaksinasi di Pasar Kedungmaling ini sebanyak 50 vial. Persedian itu untuk 500 pedagang dan beberapa puluh pengunjung, yang kebetulan belum mendapatkan vaksin tersebut,” kata Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di sela peninjauan vaksinasi di pasar tersebut.

Menurut dia, program vaksinasi akan terus dimaksimalkan, selama ketersediaan vaksin dari pusat terpenuhi. Dia memohon masyarakat untuk bersabar. Pun terus menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker saat keluar rumah, menghindari kerumunan, dan tidak lupa cuci tangan sebelum masuk rumah.

“Vaksinasi ini adalah upaya rem keras yang harus kami lakukan, melihat naiknya angka kasus COVID-19 di Indonesia,” ujarnya.

Selain vaksinasi, imbauan untuk terus taat protokol kesehatan juga tidak henti diserukan Bupati Mojokerto pada acara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, pada hari yang sama di Hotel Arayana Trawas.

Imbauan tersebut dilakukan saat pelatihan pengembangan desain batik khas Mojokerto, fasilitasi dan standardisasi bagi IKM mamin (sertifikasi halal), pelatihan ISO 900-2015, pelatihan penggunaan alat UTTP metrologi legal, dan sosialisasi kemetrologian.

“Belajar dari kondisi pandemi Covid-19 saat ini, mohon untuk tetap semangat meningkatkan usaha, tetap produktif, jaga kualitas produk, dan tingkat inovatif diri. Kita harus bisa meningkatkan omset seluruh pengusaha dan para industri kecil di Kabupaten Mojokerto. Serta, tidak lelah saya ingatkan untuk selalu taat prokes demi keselamatan bersama,” katanya.

Sementara Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam upaya penanganan pencegahan Covid -19.

“Kami sudah melihat vaksinasi dalam beberapa hari ini. Seperti di Pasar Legi Mojosari dan pasar-pasar lain. Kami siap membantu pemerintah daerah untuk kelancaran dan keamanan. Sehingga semua program berjalan aman, lancar dan tidak ada hambatan,” tambahnya. (bid-02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here