Ilustrasi uang milik pemeritah daerah yang tersimpan di perbankan.

Bongkah.id – Simpanan pemerintah daerah (pemda) di bank sampai Maret 2021 mencapai Rp 182,33 triliun. Angka tersebut naik Rp 18,38 triliun dalam sebulan atau pada Ferbuari 2021, masih tercatat Rp 163,95 triliun.

Sedangkan dibanding Maret tahun lalu, deposito pemda meningkat 2,71% atau Rp 4,81 triliun. Pada periode tersebut, simpanan pemda di perbankan sebesar Rp 177,52 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai menggelembungnya simpanan uang Pemda di bank itu sebagai sebuah ironi. Sebab, anggaran daerah itu seharusnya dibelanjakan melalui realiasi program-program pembangunan dan kemaslahatan rakyat.

“Ini ironi. Kami harapkan APBN bisa segera dibelanjakan,” kata dalam konferensi pers, Kamis (22/4/2021).

Menkeu berharap pemda bisa mempercepat penyaluran dana. Sehingga simpanan dana di perbankan bisa menurun.

Berdasarkan hitungannya, saldo rata-rata akhir tahun pemda di perbankan selama tiga tahun terakhir sebesar Rp 96 triliun. Sementara, realisasi belanja dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) baru sebesar Rp 98,9 triliun per Maret 2021 atau setara dengan 9,4% dari target APBD.

Kemudian, realisasi pendapatan tercatat sebesar Rp 139,99 triliun per Maret 2021. Artinya, penerimaan daerah baru 14,2% dari target APBD.

“Seharusnya pemda bisa sama seperti pemerintah pusat lakukan belanja lebih cepat, sehingga bisa memulihkan ekonomi Indonesia dan manfaat ke masyarakat bisa dirasakan,” demikian Sri Mulyani. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here