Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUR BAsuki Hadimoeljono dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan dan meninjau SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Senin (22/3/2021).

Bongkah.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, segera dioperasikan secara maksimal. Kepala negara meminta SPAM ini segera mengalirkan air bersih ke rumah tangga di daerah sasaran.

Demikian instruksi Presiden Jokowi saat meresmikan SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Jatim, Senin (22/3/2021). Proyek ini sudah dirancang sejak era orde baru, tahun 1973 silam, tetapi baru dilaksanakan di era peemerintahan Jokowi-Kalla.

ads

“Alhamdulillah, SPAM Umbulan, sistem penyediaan air minum yang telah lama dikerjakan hari ini telah rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Jokowi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Jokowi meminta pada pekan ini pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan SPAM Umbulan menggelar rapat dan menghasilkan langkah lanjutan yang diambil agar SPAM Umbulan dapat beroperasi maksimal.

“Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai, tapi untuk masuk ke rumah tangga terkendala karena siapa yang bertanggungjawab tidak jelas. Apakah PDAM kota/kabupaten, ataukah PDAM tingkat provinsi atau Menteri PU. Tolong segera diselesaikan, saya minta minggu ini sudah ada rapat dan bisa diselesaikan yang tanggung jawab siapa,” tutur Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin.

Investasi proyek SPAM Umbulan bertujuan mengalirkan air curah dengan jaringan sistem transmisi dari mata air Umbulan ke lima Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Provinsi Jawa Timur, yaitu masing-masing PDAM Surabaya (1.000 liter per detik), PDAM Kabupaten Pasuruan (410 liter per detik), PDAM Kota Pasuruan (110 liter per detik), PDAM Kota Sidoarjo (1.200 liter per detik), dan PDAM Kota Gresik (1.000 per detik). Hal ini membuat SPAM Umbulan akan mengoperasikan jaringan pipa transmisi sepanjang 92.3 km melewati 16 titik pasokan.

SPAM Umbulan berkapasitas 4.000 liter per detik, tetapi saat ini realisasinya baru 20 persen atau 900 liter per detik. Jokowi menyebutkan, masih ada 80 persen yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga.

“Ini pekerjaan besarnya ada di situ. Oleh sebab itu, saya minta bupati dan wali kota yang akan teraliri air ini agar duduk bersama dengan gubernur, Menteri PUPR, juga manajemen PT Meta (Kontraktor SPAM Umbulan),” ujar Jokowi.

Proyek ini menelan memakan biaya hingga Rp 2,05 triliun yang digarap oleh PT Meda Adhya Tirta Umbulan yang merupakan konsorsium PT Medco Gas Indonesia dan PT Bangun Cipta Kontraktor.

Skema yang digunakan dalam proyek ini adalah Built Operate Transfer (BOT) dengan masa konsesi selama 25 tahun, meliputi pekerjaan desain, konstruksi, operasi, pemeliharaan, pembiayaan sarana pengelolaan dan iaringan transmisi.

“Ini dapat dimanfaatkan masyarakat utamanya masyarakat di kabupaten Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, Kota Surabaya,” tutur Jokowi.

Sumber air daerah ini memang sudah ada sejak zaman pemerintah Hindia Belanda, saat pertama kali ditemukan Negeri Kincir Angin pada 1916 atau zaman kolonial. Pengelolaan pertama, kala itu dilakukan oleh Water Bedrij pada 1917.

 

Namun, pemerintah mulai membangun SPAM Umbulan setelah 45 tahun sejak direncanakan yakni pada 1973 silam. Namun, sejak saat itu pembangunan proyek tersebut tiba-tiba lenyap.

Kemudian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemerintah kembali melanjutkan proyek ini sejak 2010 dan prakualifikasi satu tahun setelahnya yakni pada 2011.

SPAM Umbulan merupakan proyek sistem penyediaan air pertama yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan masuk dalam proyek Strategis Nasional dan Proyek Prioritas.

Meski demikian, kala itu proyek ini tidak mendapatkan minat lebih dari sektor swasta. Proyek SPAM Umbulan, akhirnya kembali dilanjutkan di era pemerintahan Presiden Jokowi. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini