PELAKSANA Harian (Plh) Ketua KPU Ilham Saputra

bongkah.id – Selama hampir sebulan masa kampanye Pilkada Serentak 2020 berjalan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mencatat 375 pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pelanggaran terbanyak terkait kampanye tatap muka. Padahal KPU telah memberi kelonggaran untuk kampanye secara daring guna mencegah penularan Covid-19.

“Peningkatan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 meningkat signifikan. Semula hanya 237 pelanggaran, tapi antara tanggal 6 hingga 15 Oktober meningkat menjadi 375. Peringatan tertulis juga meningkat, tetapi pembubaran kampanye menurun,” kata Pelaksana Harian (Plh) Ketua KPU Ilham Saputra dalam webinar yang diselenggarakan LHKP PP Muhammadiyah, Rabu (21/10/2020).

Peningkatan pelanggaran protokol Covid-19 itu terjadi, menurut dia, karena para kandidat Pilkada Serentak 2020 masih mengutamakan kampanye tatap muka. Padahal KPU telah memberi kelonggaran untuk kampanye secara daring guna mencegah penularan Covid-19.

Dikatakan, sepanjang kurun waktu 6-16 Oktober terdapat 4.196 kegiatan kampanye. Dari jumlah itu, hanya 985 acara kampanye yang digelar secara virtual. Kegiatan kampanye dilakukan secara offline atau tatap muka sebanyak 77 persen. Sebuah bukti, masih banyaknya paslon yang tidak PD untuk melakukan kampanye virtual. Sehingga memilih metode offline.

Tak dipungkiri Ilham, para kandidat masih terbiasa berkampanye dengan cara lama. Ada anggapan kampanye dengan menyapa langsung masyarakat lebih efektif menjaring dukungan. Karena itu, KPU akan memasukan dalam evaluasi mingguan terhadap pelaksanaan kampanye ini.

Sebagaimana diketahui, pemerintah ngotot akan menggelar Pilkada Serentak 2020 walau pandemi Covid-19 masih tinggi. Pemilihan diagendakan digelar 9 Desember dengan melibatkan 105 juta pemilih di 270 wilayah. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here