LPT PBNU akan menyelenggarakan Simposium Transformasi Digitalisasi dan Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Menuju 5.0.

Terlebih sebelumnya dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2023, Ketua Umum PBNU bersama para ulama NU dari penjuru negeri telah menyatukan pemahaman. Bahwa program transformasi digital menjadi ikon dari agenda ‘Memenangi Masa Depan’ di forum tersebut.

“Simposium Digitalisasi Perguruan Tinggi di momentum Hari Santri ini, nantinya akan melanjutkan arahan para ulama,” ucap Mukri.

ads

Dalam simposium ini, para peserta akan memperoleh kesempatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif mengenai penerapan teknologi dalam pendidikan tinggi. Simposium juga dikonsep lebih dari sekadar seminar, karena akan menjadi ajang silaturahim, sarana kolaborasi, serta berbagi bimbingan dari perguruan tinggi lain yang lebih senior bagi PTNU.

“Kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa PTNU masih membutuhkan bimbingan dan arahan. Melalui kerjasama ini, kita dapat membangun kolaborasi yang kuat, memajukan PTNU, dan pada akhirnya, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan alam semesta,” lanjut Mukri.

Ketua Pelaksana Simposium Transformasi Digital Dr. Luthfi Hamidi juga menekankan bahwa rangkaian dari peringatan Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober bukan sekadar seremonial. Hari Santri adalah momentum sekaligus tonggak penting yang perlu dimanfaatkan perkembangan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia. Termasuk untuk digitalisasi perguruan tinggi.

“Melalui Simposium Digitalisasi Perguruan Tinggi, ayo kita bergandeng tangan untuk memajukan PTNU. PTNU adalah berkah bagi alam semesta. Kita perlu membentuk santri generasi penerus yang unggul di era 5.0, terkoneksi secara global, dan mampu terus dalam berkarya dan berdakwah di dunia digital!,” pungkas Rektor Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban ini. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini