Gelombang setinggi 3-4 meter di pesisir Manado, Sulawesi Utara menyapu daratan Pantai Megamas dan Manado Town Squere, pada Minggu (17/1/2021) sore.

Bongkah.id – BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mulai kategori 1,25 meter-2,5 meter sampai 4-6 meter perairan di tanah air. Ada 10 perairan Jawa Timur berpotensi gelombang tingkat medium 2,5-4 meter yang patut diwaspadai.

BMKG Maritimm Tanjung Perak tidak menutup kemungkinan gelombang tinggi di 10 perairan Jatim itu akan menyerupai peristiwa di Manado.

ads

“Gelombang tinggi Manado, potensi ada di Jatim. Sepanjang cuaca buruk masuk di wilayah perairan Jatim, itu potensi tentu ada,” ujar Kepala BMKG Maritim Kelas II Tanjung Perak, Taufiq Hermawan, Selasa (19/1/2021).

10 Wilayah perairan di Jatim yang berpotensi gelombang tinggi yakni:

1. Laut Jawa Utara Bawean
2. Laut Jawa Timur Masalembo
3. Perairan Kepulauan Kangean
4. Laut Jawa Selatan Bawean
5. Laut Jawa Barat Masalembo
6. Perairan Tuban-Lamongan
7. Perairan Gresik-Surabaya
8. Perairan Utara Madura
9. Perairan Kepulauan Sapudi
10. Samudera Hindia Selatan Jatim

Untuk ketinggian gelombang, Taufiq menyebut berada di kisaran 2,5 meter hingga 4 meter. Peringatan gelombang tinggi, lanjut Taufiq, berlangsung mulai Selasa (19/1) dan Rabu (20/1). Namun pihaknya mengimbau, peringatan ini agar diindahkan masyarakat hingga lima hari ke depan.

“Khususnya masyarakat yang hendak berpergian melalui moda transportasi laut. Nelayan tradisional, juga warga sekitar pesisir laut Jawa,” ungkapnya.

Baca Juga: Potensi Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jatim, 9 Daerah Ini Paling Rawan

Baca Juga: Tiga Pekan Awal 2021, 154 Bencana Alam Terjang Indonesia

Namun demikian, lanjut Taufiq, potensi gelombang tinggi itu mash memerlukan kajian dan pemantauan lebih jauh. Hal itu masih dalam pantauan BMKG.

“Potensi ada walau prosentase masih kita hitung lagi. Tidak menutup kemungkinan terjadi di Jatim,” jelasnya.

Potensi gelombang tinggi tengah menjadi perhatian serius menyusul peristiwa deburan ombak setinggi 4-6 meter (sangat tinggi) di laut wilayah Manado, Sulawesi Utara menyapu daratan. Dalam video rekaman amatir yang beredar di media sosial, orang-orang yang berada di lokasi kejadian nampak lari berhamburan menjauh dan mencari tempat yang lebih aman.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo membenarkan kejadian yang terekam dalam video viral di medsos itu. Ia menjelaskan, saat kejadian, angin kencang bertiup di sekitar wilayah itu.

“Memang ada pusat tekanan rendah di perairan utara Sulawesi, menjadi pusat tujuan angin segala penjuru, utamanya di samudera Pasifik, juga di benua Asia. Sebagian besar angin menuju pusat tekanan rendah tersebut,” kata Eko.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi terjadinya gelombang sangat tinggi (4-6 meter) yang menyerupai, bahkan lebih berbahaya dari peristiwa di Manado. Beberapa wilayah yang diprediksi terjadi gelombang sangat tinggi antara lain perairan utara Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, Perairan utara Singkawan-Sambas, Perairan Kepulauan Subi-Kepulauan Serasan.

Adapun potensi gelombang ekstrem, lebih dari 6 meter dapat terjadi di Natuna utara. Adanya peningkatan tinggi gelombang ini membuat masyarakat, khususnya yang berdomisili di sekitar pesisir dan nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi harus waspada. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini