Warga Desa Cembor, personel Polsek Pacet, serta para pengguna jalan bergotong royong melakukan pembersihan secara manual.

bongkah.id – Di ruas jalan raya Pacet–Cembor, tepatnya di Tebing Watu Gedeg, Desa Cembor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, material batu berukuran besar runtuh dan menutup sebagian badan jalan.

Longsor itu terjadi di wilayah hukum Polsek Pacet, jajaran Polres Mojokerto, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 16.20 WIB.

ads

Tak ada gelegar panjang, tak ada korban jiwa. Hanya suara batu menghantam aspal dan keheningan yang sesaat menyergap para pengguna jalan.

Kapolsek Pacet, Mohammad Khoirul Umam, melaporkan bahwa longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut.

Tebing yang memang dikenal rawan saat hujan lebat itu meluruhkan batu-batu besar ke pinggir jalan, menyisakan ancaman sekaligus kewaspadaan.

Namun, seperti lazimnya desa yang terbiasa hidup berdampingan dengan alam, respons datang tanpa banyak komando.

Warga Desa Cembor, personel Polsek Pacet, serta para pengguna jalan bergotong royong melakukan pembersihan secara manual.

Batu-batu besar yang sempat menghalangi akses disingkirkan bersama, dibantu koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mojokerto.

Kerja tangan dan niat baik menjadi alat utama. Satu per satu material dipindahkan, membuka kembali ruang bagi kendaraan roda dua dan roda empat untuk melintas. Arus lalu lintas berangsur normal, lancar dan terkendali menjelang petang.

Tidak ada kerugian materiil yang dilaporkan. Tidak ada korban luka maupun jiwa. Yang tersisa hanyalah jejak tanah yang terkelupas dan ingatan bahwa tebing setinggi dua puluh meter itu menyimpan potensi bahaya bila hujan deras kembali turun dengan durasi panjang.

Peristiwa di Watu Gedeg menjadi pengingat sederhana: di wilayah perbukitan Pacet, alam adalah sahabat yang indah sekaligus kekuatan yang harus dihormati.

Koordinasi cepat antara aparat kepolisian dan dinas terkait, serta kepedulian warga, memastikan keadaan tetap kondusif dan terkendali.

Di bawah langit yang mulai reda, jalan Pacet–Cembor kembali dilalui kendaraan. Batu telah disingkirkan, tetapi kewaspadaan tetap tinggal sebagai pesan yang tak tertulis di dinding tebing yang basah. (anto)
.

10

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini