
bongkah.id – Produksi pupuk NPK nasional mendapat penguatan baru. Petrokimia Gresik resmi memulai pembangunan tangki asam sulfat, bahan baku utama pupuk majemuk NPK, sebagai langkah strategis menjaga kesinambungan pasokan pupuk bagi pertanian Indonesia.
Proyek ini ditandai dengan ground breaking pada Jumat (16/1/2026) oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob.
Di tengah dinamika global yang kian tidak menentu, ketersediaan pupuk menjadi urusan serius. NPK, pupuk majemuk yang menjadi tulang punggung produktivitas lahan pertanian, tak hanya ditentukan oleh kapasitas pabrik, tetapi juga oleh kepastian bahan bakunya. Di titik inilah peran asam sulfat menjadi krusial.
Aminuddin Ma’ruf menegaskan bahwa pembangunan tangki asam sulfat ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan.
Ia mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia Group, termasuk Petrokimia Gresik, yang dinilai berhasil menopang percepatan swasembada pangan nasional, bahkan lebih cepat dari target tahun 2025.
Bagi Petrokimia Gresik, asam sulfat bukan sekadar bahan pendukung, melainkan fondasi utama produksi pupuk majemuk NPK.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menjelaskan, pembangunan tangki ini akan memastikan pasokan bahan baku tetap terjaga dalam jangka panjang, sehingga keberlanjutan produksi NPK dapat terus dipertahankan.
“Dengan pembangunan tangki ini, Petrokimia Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, kami dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian Indonesia,” paparnya.
Petrokimia Gresik dikenal sebagai pionir pupuk majemuk NPK di Indonesia sejak tahun 2000. Dengan kapasitas produksi mencapai 2,7 juta ton per tahun, perusahaan ini menjadi produsen NPK terbesar di Tanah Air.
Keberadaan tangki asam sulfat baru ini akan membuka ruang peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperkuat keandalan pasokan pupuk bagi petani.
Tangki asam sulfat tersebut dibangun di kawasan reklamasi tahap III Petrokimia Gresik di atas lahan seluas tiga hektare. Proyek ini mencakup dua unit tangki dengan kapasitas masing-masing 20.000 ton. Dengan demikian, total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik akan mencapai 100.000 ton setelah proyek ini rampung.
Pembangunan ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada Mei 2027 dengan masa pengerjaan sekitar 18 bulan. Daconi memastikan seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.
Pihaknya memastikan proyek ini memenuhi standar K3. Petrokimia Gresik dan kontraktor juga telah menandatangani kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu, aspek lingkungan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan proyek ini.
Dari tangki baja yang berdiri di tepi kawasan industri Gresik, pasokan asam sulfat akan mengalir ke lini produksi. Dari sanalah pupuk NPK lahir, lalu menyebar ke sawah dan ladang. Proyek ini mungkin tak terlihat langsung oleh petani, tetapi dampaknya akan terasa hingga musim tanam berikutnya—saat tanah tetap subur dan pangan tetap terjaga. (anto)



























