Mazrotul Afiro, pasien positif COVID-19 asal Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akhirnya meninggal dunia dalam kondisi hamil 8 bulan di RS Ibnu Sina, Rabu (14/7/2021) dini hari sekitar pukul 00.42 WIB.

Bongkah.id – Seorang ibu hamil 8 bulan yang positif Covid-19 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami nasib tragis. Dia meregang nyawa bersama bayi yang dikandungnya karena terlambat mendapat perawatan medis akibat ditolak sejumlah rumah sakit.

Korban, Mazrotul Afiro yang dalam kondisi kritis selama berjam-jam kelimpungan mencari rumah sakit yang bisa merawatnya. Namun semua RS menolak warga Desa Gredek, Kecamatan Duduksapeyan itu dengan alasan ruangan ICU dan bed isolasi sudah penuh.

ads

“Saat itu saturasi oksigen dalam darahnya sudah di angka 40. Padahal normalnya di angka 90-100,” kata Kepala Desa Gredek, Muhammad Bahrul Ghofar, Rabu (14/7/2021).

Pihaknya sudah berusaha semampunya agar rumah sakit mau menerima Mazrotul. Ghofar mengaku sudah mendatangi beberapa rumah sakit di Kabupaten Gresik.

“Namun hasilnya nihil, semua tempat ICU di banyak rumah sakit tersebut penuh,” ucapnya.

Setelah berjam-jam tak kunjung menemukan RS yang mau merawatnya, korban pun dibawa pulang ke rumah dengan diberikan peralatan medis ala kadarnya. Pasien hanya mendapatkan oksigen dan infus seadanya.

“Beberapa jam kemudian, ada telepon dari RSUD Ibnu Sina yaag siap menerima.  Saya langsung membawa pasien ke sana,” ujar Ghofar.

Walau demikian, pihak RS Ibnu Sina masih meminta pasien membawa tempat tidur sendiri, karena semua bed isolasi di rumah sakit tersebut sudah terpakai. Ghofar pun meminjam bed dari Puskesmas terdekat.

“Saya bawa ke RSUD berharap dapat penanganan yang layak agar menyelamatkan ibu dan si bayi dalam kandungan,” katanya.

Rahimah, bidan Desa Gredek yang merawat korban sejak awal mengatakan, di RS Ibnu Sina, pasien ditempatkan di ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK). Ruangan itu dikhususkan untuk observasi bagi pasien bersalin.

“Saat pasien sudah di Ponek petugas bilang bed yang saya bawa disuruh bawa pulang karena ternyata ada satu bed di Ponek yang kosong. Pasien sementara dirawat di ruang Ponek karena ruangan ICU masih penuh,” tuturnya.

Sayangnya, perawatan medis yang diterima Mazrotul sangat terlambat. Pasien bersama bayi yang dikandung 7 bulan akhirnya tak tertolong.

“Ibu dan bayinya meninggal dunia sekitar pukul 00.42 WIB (Rabu, 14/7/2021),” ungkapnya. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini