Sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Sukabumi, volume sampah meningkat hingga 30 persen, karena masyarakat lebih banyak berdiam diri di rumah. Sebuah tumpukan sampah terlihat di salah satu sudut Kota Sukabumi. Photo : Martin Reinhard

Bongkah.id – Sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Sukabumi mulai Rabu (06/5/2020), memicu peningkatan volume sampah hingga mencapai 30 persen.

“Setelah diberlakukan PSBB dan Work From Home (WFH) di Kota Sukabumi, volume sampah ada lonjakan sekitar 30 persen. Sebanyak 171 ton sampah per hari datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul,” ujar Kasie Pelayanan Kebersihan Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Deni Denhari.

Lebih lanjut Deni mengatakan, meningkatkan volume sampah ini  terutama terjadi di sebagain wilayah yang tidak tersekat.”Peningkatan itu seiring adanya work from home (WFH) ditambah dengan diterapkanya PSBB, yang membuat masyarakat lebih diam diri di rumah,”ujarnya.

Namun untuk daerah protokol kata Deni, seperti jalan Ahmad Yani volume sampah justru tergolong menurun, kemungkinan adanya penyekatan yang terjadi saat ini.”Kalau untuk jalan-jalan protokol, sampahnya menurun berbeda dengan yang ada diwilayah lainya,”ungkap Deni.

Sementara untuk sampah medis (B3), yang tersebar di seluruh rumah sakit, kata Deni, walaupun terkait, tapi itu merupakan tanggung-jawab Dinas Kesehatan.

Pihaknya hanya menyediakan kontainer milik DLH untuk menampung sampah yang ada di rumah sakit, di luar sampah medis. “Bukan ranah kita kalau sampah medis, itu ada di Dinas Kesehatan. Kita hanya menarik sampah biasa yang di luar B3,” pungkas Deni. (rein)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here