Setelah dilakukan revitalisasi, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) Jombang, akan dibuka kembali 1 Februari 2026.

bongkah.id – Di balik dinding yang menyimpan jejak waktu, Museum Islam Nusantara Hasyim Asy’ari (MINHA) bersiap membuka kembali pintu gerbangnya. Masa uji coba yang kini berlangsung bukan sekadar hitung mundur menuju peresmian, melainkan ruang jeda untuk memastikan museum ini hadir dengan wajah terbaiknya.

Upaya ini menjadi bagian dari peningkatan mutu pelayanan publik di sektor kebudayaan, sekaligus sarana menguji kesiapan operasional sebelum MINHA resmi dibuka penuh pada Februari mendatang.

ads

Berada di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, MINHA menjalani program revitalisasi yang dirancang untuk memperkuat perannya.

Museum tidak lagi diposisikan semata sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi sebagai pusat pelestarian warisan budaya dan ruang pembelajaran sejarah Islam di Nusantara—sebuah ruang temu antara masa lalu dan generasi hari ini.

Usai revitalisasi, MINHA tampil dengan konsep baru yang lebih modern dan edukatif. Ruang-ruang pamer ditata ulang, alur kunjungan disusun lebih sistematis, sementara informasi koleksi disajikan secara komunikatif.

Pendekatan ini memungkinkan pengunjung dari berbagai usia dan latar belakang menyerap kisah-kisah sejarah dengan lebih mudah, tanpa kehilangan kedalaman makna yang dikandungnya.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin, menegaskan bahwa pembaruan tersebut ditujukan untuk memperkaya pengalaman pengunjung. “Melalui pembukaan kembali MINHA, kami ingin informasi mengenai bukti-bukti peradaban Islam di Indonesia, sejak awal kedatangannya hingga masa kemerdekaan, dapat tersaji secara lebih menyeluruh,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, revitalisasi mencakup penataan ulang area pamer di lantai I dan II, penambahan ruang serta zona tematik, hingga penguatan narasi sejarah yang disusun lebih komprehensif.

Masa uji coba ini juga dimanfaatkan untuk memastikan kesiapan fasilitas, sistem layanan, serta aspek kenyamanan dan keamanan pengunjung sebelum pembukaan resmi pada 1 Februari 2026.

Dengan wajah barunya, MINHA diharapkan tumbuh menjadi lebih dari sekadar museum. Ia dibayangkan sebagai ruang dialog budaya, pusat pembelajaran publik, dan rumah belajar sejarah peradaban Islam—sebuah upaya merawat ingatan kolektif sekaligus memperkuat identitas bangsa yang inklusif dan berkelanjutan. (anto)

8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini