Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto mengajak peran serta media massa dalam mengedukasi dan menyajikan berita bernuansa optimisme terkait pandemi COVID-19 dalam acara silaturahmi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat, Rabu (12/8/2021) malam.

Bongkah.id – Pandemi Covid-19 memberi dampak multisektoral dan beban pada segala aspek kehidupan masyarakat. Media massa sebagai corong informasi diharapkan tidak memperkeruh kondisi serba sulit itu dengan berita-berita yang negatif seputar virus corona.

Wali Kota Ika Puspitasari mengatakan, masyarakat yang merasakan beban berat dalam aspek sosial, ekonomi hingga psikologis dampak pandemi dan PPKM Darurat-Level bisa semakin tertekan jika disuguhi informasi negatif terkait wabah. Karena itu, pemerintah mengajak media massa agar menyajikan berita yang menggugah semangat dan optimisme di tengah situasi sulit pandemi.

ads

“Tolonglah teman media jangan menulis berita yang menakut-nakuti, tulis saja berita yang bahagia-bahagia saja yang bisa menaikkan imun masyarakat menghadapi pandemi Covid-19. Pesan-pesan positif yang penuh harapan ini sangat mampu meningkatkan imun tubuh untuk mencegah tertularnya virus corona,” kata Ika Puspitasari.

Hal itu disampaikan Ning Ita dalam Silaturrahmi Forkopimda bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto di Pendopo Rumah Rakyat, Rabu (11/8/2021) malam. Ia mengakui, aturan PPKM di Jawa-Bali yang diberlakukan pemerintah pusat memang sangat memberatkan masyarakat.

Namun, menurut Ning Ita, ebijakan tersebut, juga demi kepentingan bersama yakni memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pada titik inilah, imbuhnya, peran media sangat penting untuk membantu pemerintah dalam upaya menyejukkan suasana kebatinan masyarakat agar bisa menerima aturan tersebut terkait pemberlakuan PPKM.

“Kita tidak bisa menghindar dan bahkan terus di evaluasi per minggunya, sehingga yang bisa kita lakukan adalah berupaya agar PPKM tak diperpanjang dengan peran serta dan kesadaran masyarakat melaksanakan aturan yang diberlakukan,” tuturnya.

Pemkot Mojokerto, lanjut Ning Ita, akan berupaya keras agar pemerintah pusat bisa mencabut PPKM level 4 di Kota Mojokerto. Sembari mengupayakan agar bantuan sosial PPKM dan Banpres tunai BPUM lebih diperluas sasarannya sehingga dapat sedikit meringankan beban masyarakat.

“Bantuan ini memang tak serta merta menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, karena kebutuhan mereka tak hanya untuk makan saja tapi banyak hal. Kita menyadari jika yang masyarakat perlukan saat ini adalah bagaimana agar mereka bisa bebas bekerja, berdagang dan berkarya untuk pemulihan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Lebih jauh, Ning Ita menambahkan media juga dapat berperan aktif dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menangkal berita hoaks seputar Covid-19. Salah satunya terkait pelaksanaan vaksinasi yang sempat mendapat penolakan dari sebagian warga.

“Warga Kota Mojokerto yang menolak karena  termakan kabar hoaks soal vaksin Covid-19. Alhamdulillah, berkat peran media, akhirnya masyarakat tersadarkan dan mau di vaksin, sehingga membuat capaian vaksinasi kita terbaik dan tertinggi di Jawa Timur,” ujarnya.

Ning Ita cukup menyayangkan capaian target vaksinasi tidak masuk dalam daftar indikator yang menentukan penetapan status PPKM Darurat-Level di sebuah daerah. Sebab, jika saja aspek itu masuk variabel penentu pemberlakuan PPKM, maka Kota Mojokerto bisa lepas dari pembatasan-pembatasan tersebut.

“Kita sudah melampaui target capaian vaksinasi yakni 95,38 persen dan mencapai herd immunity.  Namun ini tidak menjadi indikator penentuan PPKM level 4, sehingga kami hanya bisa pasrah dan berharap peran media untuk bisa mengajak masyarakat lebih sabar mengikuti aturan yang diperintahkan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengajak media untuk menciptakan suasana yang adem sehingga bisa memulihkan psikologi masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Masyarakat sudah banyak terbebani baik dari sisi psikologi dan ekonominya. Untuk itu saya menggugah kedewasaan dan kebijaksanaan rekan-rekan media agar ikut berperan serta membangkitkan optimisme masyarakat dalam menghadapi pandemi ini,” cetusnya. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini