Foto tangkapan layar video yang menunjukkan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq memarahi para penambang liar yang masih nekat beroperasi di tengah penderitaan warga terdampak erupsi Gunug Semeru.

Bongkah.id  – Amarah Bupati Lumajang, Jawa Timur, Thoriqul Haq  meluap ketika mengetahui penambangan liar pasir masih beroperasi di daerahnya ketika sebagian warga menderita dampak erupsi Gunung Semeru. Dia menghardik para penambang yang dianggap tak punya empati kemanusiaan.

Kemarahan Bupati Lumajang terekam dalam dua video yang beredar di kalangan awak media, Jumat (10/12/2021). Video berdurasi 30 detik diunggah di akun @visitpronojiwo, sedangkan video berbeda diunggah @qosimmuhammad berdurasi 1 menit 23 detik.

ads

Dalam rekaman video itu, Thoriqul tampak memarahi para sejumlah orang yang sedang menambang pasir dari guguran Gunung Semeru.

Koncone sampeyan iku mati (teman anda itu mati) pak, kependem (terpendam) lahar, masa tidak ada empati ini rek? Nambang pasir tetep wae (tetap saja),” ujar Bupati Lumajang kepada para penambang liar dalam rekaman video yang dikutip, Sabtu (11/12/2021).

Melihat kemarahan Thoriqul Haq, seorang penambang mencoba berkilah. Dia mengaku tidak banyak melakukan aktivitas menambang saat itu.

Namun bantahan penambang tak menyurutkan amarah Thoriqul Haq.  Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu seperti enggan mendengar alasan mereka.

“Sudah tahu bencana kayak gini masih nambang. Yang konco manual konco supir akeh seng mati pak. Ngesakno kancane akeh seng goleki kependem ngene (kasihan temannya banyak yang terpendam begini),” ujar Thoriqul Haq.

Sampean mbok ngerti ngono (Anda ya harusnya memahami begitu), teman penambang manual, supir banyak yang mati pak, kasihan teman kamu, banyak yang kependam begitu. Kamu ya harusnya tahu gitu,” imbuh Thoriqul Haq.

Bupati yang akrab disapa Thoriq pun mengimbau agar para penambang pasir lebih mengerti situasi bencana erupsi Semeru saat ini.

Ya sampeyan (Anda) ngerti loh, yang lain ngurus bencana,” ucap Thoriqul

Thoriq bahkan tak mau menerima alasan penambang melakukan itu karena tuntutan untuk memeuhi kebutuhan keluarga. Dia menekankan bahwa duka yang dirasakan warga terdampak bencana harusnya lebih diutamakan.

“Anda tidak mengerti kemarin banyak yang mati, ngerti gak? Sekarang alasan ekonomi, yang sana mati! Wong alasan hanya ekonomi, yang sana mati,” kata Thoriqul Haq.

Koncone anak duwe anak bojo ditinggal uripe ditinggal. Lah opo urusan ekonomi, empati ndisek lah (temanmu punya anak istri ditinggal meninggal, nggak ada urusan dengan ekonomi, ayo empati dulu lah),” imbuhnya. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini