KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memastikan, perwira siswa Secapa AD yang terpapar Covid-19 tetap melanjutkan program pendidikan dan pelatihannya. Pasalnya mereka yang terpapar tersebut terkategori Orang tanpa Gejala (OTG). Mereka tidak mengalami gejala pasien Covid-19 umumnya. Namun, protokol kesehatan ketat tetap diterapkan untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.

bongkah.id – Kendati sekitar 1.200 perwira siswa Sekolah Calon Perwira (Secapa) AD di Bandung dinyatakan terinfeksi Covid-19, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan kegiatan pendidikan di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) tetap berlanjut. Kebijakan itu diambil, karena para perwira siswa itu terinfeksi dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Bukan Orang Dalam Pengawasan (ODP) atau Pasien Dalam Perawatan (PDP).

“Dengan kategori OTG tersebut, maka TNI AD berani mengambil keputusan agar para perwira siswa Secapa AD itu tetap melanjutkan program pendidikan dan pelatihannya. Namun, tentu saja pelaksanaannya akan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dari sebelumnya,” kata Jenderal Andika Perkasa di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2020).

Protokol kesehatan yang diterapkan terhadap para perwira siswa Secapa AD itu, menurut alumni Akademi Militer 1987 ini, sangat beragam. Misalnya, memberikan obat-obatan antibiotik, antivirus, vitamin C kadar 750mg, multivitamin, dan obat herbal khusus untuk peningkatan imunitas tubuh. Melakukan pengawasan ketat terhadap waktu istirahatnya. Tepat pukul 21.00 WIB harus istirahat dengan ponsel wajib dimatikan. Mereka dibangunkan pada waktu menjelang Subuh untuk yang muslim. Dan, pukul 05.00 WIB untuk yang non-muslim.

Selain itu menerapkan semi isolasi. Perwira siswa terpapar Covid-19 ditempatkan di barak khusus, tapi mereka tetap diwajibkan mengikuti semua program pendidikan dan pelatihan dengan protokol kesehatan ketat.

“Saat pagi hari, semua perwira siswa itu diwajibkan olahraga ringan. Program olahraga yang mampu meningkatkan imunitas tubuh, tapi tidak membuat mereka kelelahan,” ujarnya.

Saat ini, menurut mantan Pangkostrad itu, proses pendidikan di Secapa AD sudah memasuki tahapan akhir kurikulum. Jika mengikuti jadwal pendidikan, para siswa dipastikan menyelesaikan pendidikannya pada akhir Juli mendatang. Karena itu, pelatihan tetap dilaksanakan hingga kurikulum selesai. Ini karena para siswa dan staf yang dikarantina terkategori OTG. Tidak mengalami gejala positif Covid-19, seperti pasien Covid-19 umumnya. Namun, pembatasan ketat tetap dijalankan, sehingga mereka yang positif tidak berkontak dengan siswa yang negatif.

“Status positif Covid-19 itu merupakan hasil diagnosa. Secara realita mereka tidak merasakan gejala seperti pasien Covid-19. Mereka merasakan fisiknya tetap standart fisik prajurit TNI AD. Kendati demikian, mereka diwajibkan mengikuti protokol kesehatan ketat agar tak berkontak siswa yang terdiagnosa negatif,” tambahnya.

TANPA SENGAJA

Awal mula terdeksinya adanya paparan Covid-19 pada perwira siswa di Secapa AD, dikisahkan Andika, terdeteksi secara tidak sengaja. Diawali dengan dua siswa yang berobat di Rumah Sakit Dustira Cimahi, dua minggu lalu atau akhir Juni. Seorang siswa mengalami gejala sakit bisul disertai demam. Yang satunya keluhan atas rasa sakit pada tulang belakangnya.

Kedua siswa itu, kemudian menjalani pemeriksaan medis metode swab sebagai prosedur otoritas layananan kesehatan. Hasil tes keduanya, ternyata menunjukkan positif terinfeksi Covid-19. Hasil itu selanjutnya dilaporkan ke Markas Besar TNI AD di Jakarta. Pimpinan di Jakarta kemudian mengirim 1.400 alat rapid tes. Menurut Andika, jumlah alat rapid tes sebanyak itu untuk memeriksa 1.198 perwira siswa dan 200-an pelatih serta staf di Secapa AD.

“Awalnya ada 187 orang yang hasil rapid test-nya reaktif. Mereka dicurigai terinfeksi Covid-19. Dari situ saya kirim VTM (alat tes PCR) ke Kakesdam kemudian dilakukan swab tes. Dari situ menunjukkan jumlahnya bertambah terus hingga 1.280 orang,” katanya.

Ayah dari Wiratama Akbar Perkasa itu merinci. Sebanyak 991 perwira siswa terjangkit virus corona. Sisanya sebanyak 289 orang merupakan staf anggota Secapa AD dan keluarganya. Sebagian besar dari mereka yang positif, melakukan karantina mandiri. Hanya 17 orang yang dirawat di rumah sakit.

“Dari 17 yang dirawat di rumah sakit itu, ternyata satu orang hasil swab tesnya negatif dan 16 masih positif. Namun, semuanya tidak merasakan gejala apapun. Untuk satu pasien negatif itu masih di rumah sakit, untuk menjalani perawatan kasus TBC paru-paru,” tambahnya.

Dikatakan suami dari Diah Erwiany ini, pada Selasa (7/7/2020) sudah dilakukan swab tes tahap kedua. Hasil tesnya sebanyak 14 orang yang dinyatakan negatif. Sementara sebanyak 296 orang sisanya, menunggu hasil lab.

“Sekarang, siswa maupun staf Secapa terpapr Covid-19 sudah berkurang dari diagnosa awal sebanyak 1.280 orang. Dari kalangan perwira siswa berkurang 17orang, sementara kalangan staf berkurang 12 orang,” katanya. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here