Pendekatan Ludruk Besutan tak sekadar tontonan, tetapi pengalaman kolektif yang mengajak penonton tidak hanya tertawa, tetapi juga berpikir dan merasakan.

bongkah.id – Panggung ludruk di Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), Jumat (10/4/2026), tak sekadar ruang pertunjukan yang menghibur.

Panggung juga jadi cermin kehidupan: tentang dua juragan tambak—udang dan bandeng— yang terlibat perseteruan, berebut lahan, enggan berbagi hasil panen, dan sama-sama kukuh mempertahankan ego

ads

Pementasan yang jadi bagian dari program ludruk keliling “Besut Jajah Deso Milangkori”, tampil dengan aktor Robet Bayonet (juragan tambak udang), Didik Jogoyudo (juragan tambak bandeng), dan Meimura (Meijono) sebagai tokoh Besut.

Konflik cerita yang dibeber tidak disajikan dengan ketegangan yang menyesakkan. Sebaliknya, mengalir dalam balutan guyonan khas ludruk.

Improvisasi dari Robet Bayonet dan Didik Jogoyudo membuat suasana pecah oleh tawa. Penonton dibuat sulit membedakan mana dialog yang direncanakan dan mana yang spontan. Di situ panggung terasa hidup, cair, dan dekat dengan keseharian.

Besut mencoba menjadi penengah konflik. Namun situasi semakin kusut. Hingga akhirnya penonton dipanggil naik ke panggung.

Momen ini menjadi titik balik yang kuat. Batas antara pemain dan penonton runtuh. Konflik yang semula “milik panggung” berubah menjadi milik bersama.

Penonton merasa sedang di atas panggung yang sama untuk memahami konflik, mencari makna, dan sesekali, belajar menertawakan diri sendiri.

Ludruk Besutan menawarkan jalan lain: kembali pada esensi. Bahwa kekuatan ludruk bukan pada kemegahan panggung, melainkan pada kemampuannya menyampaikan nilai melalui simbol, rasa, dan kedekatan dengan realitas sosial.

Ia tak sekadar menyisakan tawa, tapi juga meninggalkan kesan, bahwa di tengah dunia yang semakin riuh, seni tradisi seperti ludruk masih memiliki ruang, asal ia mau bergerak, beradaptasi, dan tetap jujur pada kehidupan yang diwakilinya. (anto)

15

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini