Seremoni simbolik penyerahan SK purna tugas untuk 141 ASN Pemkab Sidoarjo.

bongkah.id — Suasana haru mewarnai momen pelepasan 141 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sidoarjo yang resmi menuntaskan masa pengabdian mereka.

Seremoni penyerahan Surat Keputusan (SK) purna tugas digelar di Hotel Luminor Sidoarjo, Kamis (9/4/2026), sebagai penanda berakhirnya perjalanan panjang di dunia birokrasi.

ads

Satu per satu SK diserahkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sidoarjo, Ainun Amalia.

Di balik prosesi itu, tersimpan emosi yang tak sederhana sebagai perpaduan rasa bangga, haru, dan perpisahan setelah puluhan tahun mengabdi kepada negara dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ainun menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para ASN yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pelayanan publik.

Ia juga menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari peran seseorang di tengah masyarakat.

“Masa purnabakti bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal babak baru yang penuh peluang. Semoga Bapak/Ibu diberi kesehatan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan selanjutnya,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengajak para purna tugas untuk tetap menjadi bagian dari perjalanan Kabupaten Sidoarjo, meski tidak lagi berada dalam struktur pemerintahan.

Pengalaman panjang dan kebijaksanaan yang dimiliki para ASN dinilai masih sangat berharga bagi lingkungan sekitar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo, Ahmad Misbahul Munir, menjelaskan bahwa proses purna tugas ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga bulan.

Untuk periode April hingga Juni 2026, tercatat 141 ASN memasuki masa pensiun, terdiri dari 31 orang pada April, 51 orang pada Mei, dan 59 orang pada Juni.

Namun di balik angka-angka tersebut, tersimpan perjalanan panjang pengabdian yang tidak singkat, mulai dari pelayanan administrasi, kebijakan publik, hingga kontribusi langsung kepada masyarakat di berbagai lini.

“Para ASN yang purnabakti adalah teladan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Kami berharap masa pensiun ini justru menjadi awal kontribusi baru bagi mereka,” kata Munir.

Kini, lembar tugas kedinasan telah ditutup. Namun kehidupan baru justru terbuka lebih lebar. Para ASN itu memasuki fase yang lebih tenang dan fleksibel, tanpa meninggalkan nilai-nilai pengabdian yang telah melekat selama bertahun-tahun.

Sebab pada akhirnya, pengabdian tidak selalu berhenti di meja kerja. Ia hanya berpindah bentuk, dari tugas formal menjadi kontribusi sosial yang lebih personal dan bermakna. (anto)

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini