bongkah.id – Di sebuah sudut kawasan Taman Budaya Jawa Timur, sebuah ruang sederhana dipenuhi warna. Lukisan wajah, pemandangan alam, hingga karikatur tergantung rapi di dinding.
Tempat itu bernama Artshop Prabangkara, sebuah ruang yang perlahan menjadi rumah bagi karya para perupa Jawa Timur.
Artshop ini merupakan inisiatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Taman Budaya Jawa Timur.
Tujuannya sederhana, memberi ruang bagi para perupa untuk memamerkan sekaligus memasarkan karya mereka kepada masyarakat.
Namun ada satu hal yang membuat Artshop Prabangkara terasa berbeda. Semua karya yang dipajang memiliki harga maksimal Rp 500 ribu.
Batas harga ini sengaja ditetapkan agar karya seni tetap terjangkau oleh masyarakat luas.
Selama ini, lukisan sering dianggap barang mahal yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu.
Artshop Prabangkara mencoba mematahkan anggapan itu. Dengan harga yang lebih ramah, siapa pun dapat memiliki karya seni asli untuk menghiasi ruang hidupnya.
Menurut Muit Arsa, koordinator perupa dari Gerakan Perupa Antar Kota (GEPRAK), pengunjung tidak hanya bisa membeli karya yang sudah tersedia. Mereka juga dapat memesan lukisan sesuai kebutuhan.
“Pesanan bisa berupa sketsa, karikatur, lukisan wajah, hingga pemandangan alam,” ujarnya.
Lukisan-lukisan tersebut bahkan dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan interior, mulai dari rumah, kantor, restoran, hingga hotel.
Dengan cara itu, seni tidak hanya hadir di galeri, tetapi juga menjadi bagian dari ruang hidup sehari-hari.
Artshop Prabangkara juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Saat berkunjung, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyampaikan apresiasinya terhadap konsep artshop tersebut.
Ia bahkan berharap model serupa dapat dikembangkan di taman budaya lain di berbagai daerah.
Sebagai bentuk dukungan, Giring membeli beberapa lukisan yang dipamerkan, di antaranya potret wajah Prabowo Subianto serta lukisan tokoh seni dunia Frida Kahlo.
Bagi para perupa, artshop ini bukan sekadar tempat menjual karya. Ia juga menjadi ruang pertemuan gagasan dan semangat berkarya.
Di tengah tantangan dunia seni yang sering berhadapan dengan keterbatasan pasar, ruang seperti ini memberi napas baru bagi para seniman.
Bagi masyarakat, Artshop Prabangkara membuka pintu agar seni rupa terasa lebih dekat dan lebih akrab.
Bahkan bagi yang tidak sempat datang langsung, karya-karya tersebut juga dapat dibeli melalui akun resmi TikTok Artshop Prabangkara.
Dari ruang kecil di Taman Budaya Jawa Timur itu, seni menemukan jalannya untuk tetap hidup, dekat dengan masyarakat dan memberi harapan bagi para perupa untuk terus berkarya. (kim)




























