Beberapa korban jiwa meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan longsoran batu besar di jalur perbukitan Piket Nol, tepatnya kilometer 56, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro imbas gempa bumi di Kabupaten Malang, Sabtu (10/4/2021) siang.

Bongkah.id – Korban jiwa akibat gempa bumi di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, hingga Sabtu (10/4/2021) malam per pukul 20.oo WIB bertambah menjadi tujuh orang. Sementara korban luka korban berat dua orang dan luka ringan 10 orang.

Korban luka-luka yang sudah teridentifikasi baru di wilayah Kabupaten Lumajang. Adapun tiga korban jiwa di wilayah Malang masih dalam proses identifikasi.

“Sedangkan korban meninggal dunia di Kabupaten Malang 3 jiwa, Lumajang 2 dan di dalam perjalanan Lumajang–Malang 2,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/4/2021) malam.

Korban jiwa yang sudah teridentifikasi yakni dua orang yang meninggal dunia di Lumajang, Amin/H.Nasar dan Juwanto. Keduanya berasal dari Desa Kaliuling, Kec. Tempursari.

Kemudian dua korban lain yang menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan Lumajang ke Malang, yakni Ahmad Fadholi dan Sri Yani (46). Pasangan suami istri asal Desa Tempurrejo, Kecamatan Tempursari itu tertimpa longsor di jalur perbukitan Piket Nol, tepatnya kilometer 56, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Baca: Tiga Warga Lumajang Meninggal Akibat Gempa Bumi Malang

Selain korban jiwa dan luka,  gempa juga menyebabkan lebih dari 300 rumah di Jawa Timur rusak. Tingkat kerusakannya berbeda-beda,  mulai dari ringan hingga berat.

“Dengan total rumah rusak berat (RB) berjumlah 11 unit, rusak sedang (RS) 194 dan rusak ringan (RR) 126. Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan,” tutur Raditya.

Baca: Gempa Bumi Malang Rusak Rumah dan Fasum sampai Wilayah Jember

Raditya mengatakan, BPBD beberapa wilayah masih terus melakukan pendataan di lapangan. Informasi sementara, BPBD Kabupaten Tulungagung menginformasikan kerusakan rumah rata-rata pada tingkat rusak ringan.

Di wilayah Kabupaten Trenggalek dan Kota Malang, kerusakan rumah pada kategori rusak ringan hingga sedang. Sedangkan di Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar, tingkat kerusakan rata-rata ringan hingga berat.

“BNPB terus berkoordinasi dan memantau kondisi di lokasi bencana dengan berkoordinasi dengan BPBD di wilayah Provinsi Jawa Timur,” katanya.

Raditya menambahkan, BPBD Kabupaten Lumajang mencatat ada titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari. “Jumlah warga mengungsi masih dalam pendataan,” ujarnya. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here