MENDIANG Jakob Oetama selalu menjadi pribadi yang terus bersyukur atas suksesnya membangun kerajaan media Kompas Gramedia Group

bongkah.id – Dengan berpulang pada masa pandemi Covid-19 menguasai Indonesia, maka tidak banyak media yang diiizinkan meliput prosesi pemakaman mendiang. Kendati demikian, tim Komunikasi Media Kompas Gramedia menyampaikan terima kasih untuk segala perhatian masyarakat terhadap berpulangnya Jakob Oetama. Konten-konten untuk bahan liputan telah disediakan tim komunikasi Kompas Gramedia, sehingga protokol kesehatan tetap diterapkan.

“Kami menghaturkan banyak terima kasih untuk segala perhatian dan doa rekan-rekan media sampaikan kepada almarhum dan keluarga besar KG. Namun, dikarenakan kondisi pandemi yang tidak memungkinkan untuk liputan langsung, berikut kami sampaikan link Google Drive prosesi penghormatan terakhir Bapak Jakob Oetama,” demikian bunyi pernyataan tersebut yang mengajak insan pers untuk dapat memantau perkembangan prosesi pemakaman Jakob melalui media daring.

Jakob sangat mencintai jurnalistik yang menjadi bagian dari bidang komunikasi. Anies Baswedan yang saat itu menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh nasional yang berjasa pada program Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Bersama Bagir Manan, Herawati Diah, dan Wardiman Djojonegoro, mendiang Jakob mendapatkan penghargaan di bidang komunikasi dari UNESCO.

“Mereka para penerima penghargaan merupakan saksi dan pelaku sejarah di Republik ini. Hari ini kita sama-sama merayakan dan merasakan kiprah nasional tersebut,” kata Anies pada pertengahan 2015.

Saat itu, ia mengatakan komitmen para tokoh tersebut tidak perlu diragukan lagi. Peran mereka saat masa perjuangan Kemerdekaan RI sudah dibuktikan. Pun sudah diakui masyarakat Indonesia. Para maestro jurnalistik itu berperan aktif dan meningkatkan kesadaran akan perdamaian dunia.

Jakob yang sukses di berbagai bidang yang digeluti, pernah menyatakan rasa syukurnya kepada Tuhan pada kesempatan ulang tahun yang ke-80. Segala hasil kerja kerasnya tidak pernah lepas dari kemudahan yang diberikan Tuhan.

“Saya hanya bisa bersyukur, bersyukur, dan terus bersyukur. Tuhan Yang Maha Pengasih menggunakan saya dalam hidup yang diberikan. Saya melakukan refleksi sampai kesimpulan bahwa sesungguhnya saya tidak patut atau pantas menerima tugas yang begitu mulia, tapi karena perkenaan-Nya saja,” demikian Jakob saat menyampaikan sambutan ulang tahun ke-80.

Sementara Juru bicara dari keluarga pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama, Rusdi Amral mengatakan, meskipun telah mengembangkan banyak usaha. Namun mendiang tidak pernah melepaskan identitasnya sebagai seorang wartawan.

“Identitas sebagai wartawan dengan nilai-nilai kejujuran, integritas dan rasa syukur,” kata Rusdi yang juga Direktur Corporate Communication Kompas Gramedia melalui keterangan video dari Jakarta, Rabu.

Menurutnya, Indonesia telah kehilangan salah seorang tokoh pers nasional. Yang cukup berpengaruh. Namun, nilai-nilai yang telah dibangun Jakob Oetama akan tetap ada. Nilai-nilai idealis yang dicontohkan mendiang akanmenjadi patron semua oran. Tidak terkecuali para wartawan generasi milenial.

Tokoh pers nasional kelahiran 27 September 1931 di Desa Jowahan Borobudur Provinsi Jawa Tengah tersebut meninggal dunia pada Rabu (9/9/2020) siang pukul 13.05 WIB. Sebelumnya, almarhum sudah melalui masa kritis atau koma sejak Minggu (6/9/2020) akibat penyakit yang dideritanya.

Pada kesempatan itu, pihak keluarga almarhum juga mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah mendoakan, empati, dan simpati kepada almarhum. Selain itu, pihak keluarga yang diwakili oleh Rusdi juga mengaku sudah ikhlas melepas kepergian tokoh pers nasional itu.

Seperti dilansir AntaraNews, setelah dimandikan di rumah sakit mendiang akan disemayamkan di gedung Kompas Gramedia. Untuk diberikan penghormatan terakhir dari para sahabat, rekan-rekan kerja, relasi termasuk orang-orang yang sama-sama berjuang dengannya saat merintis karier.

Terakhir, Jakob Oetama rencananya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada Kamis (10/9).

Sementara itu, dokter rumah sakit tempat Jakob Oetama dirawat mengatakan sekitar dua minggu sebelumnya beliau masuk rumah sakit. Sudah dalam keadaan kritis, Disebabkan gangguan multiorgan. Di samping faktor usia, komorbiditas serta faktor yang memperberat lainnya. Komplikasi itu kian memperburuk kesehatannya.

Selama perawatan hampir dua minggu itu kondisi kesehatan tokoh pers nasional itu naik turun. Pada saat-saat terakhir yang memperburuk kondisinya itu, pada akhirnya mendiang pun meninggal dunia. Selain itu, pihak rumah sakit juga melakukan tes PCR sebanyak dua kali. Memastikan mendiang terpapar Covid-19 atau tidak. (rim/TAMAT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here