Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono dan sejumlah menteri lain meninjau proyek padat karya di Kabupaten Pulang Pisau dan food estate di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). Foto: Dok/Setneg.

bongkah.id Pemerintah menggelontor anggaran Rp 11,3 triliun untuk pembangunan pusat produksi padat karya di 23.392 lokasi di seluruh Indonesia tahun 2020.

Presiden Joko Widodo menyatakan, anggaran tersebut merupakan kebijakan Padat Karya Tunai untuk mempertahankan daya beli masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Jokowi mengklaim, 23.392 padat karya akan mampu menyerap 612.956 tenaga kerja dari masyarakat daerah setempat.

“Tahun 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 11,3 triliun di sekitar 23.392 lokasi pengerjaan. Ini bisa memberdayakan sekitar 612.956 pekerja setempat,” kata Presiden Jokowi melalui cuitannya di akun official twitter @jokowi, Kamis malam (9/7/2020).

Hari ini, Jokowi meninjau salah satu proyek padat karya di Kabupaten Pulang Pisau dan food estate di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.  Jokowi mengatakan, proyek food estate di Kabupaten Kapuas sedang dikembangkan untuk menjadi lumbung pangan baru di luar Jawa.

“Luas lahan potensialnya 20.704 ha, yang 5.840 ha di antaranya telah berproduksi. Di seluruh Kalteng, ada sekitar 165.000 ha lahan potensial bagi pengembangan kawasan food estate,” papar Jokowi.

Presiden mengatakan bahwa untuk tahun ini setidaknya akan diselesaikan terlebih dahulu lahan seluas 30.000 hektare dan akan meningkat hingga dua tahun ke depan.

“Tahun ini insyaallah akan kita selesaikan kurang lebih 30 ribu hektare terlebih dahulu. Kemudian berikutnya dalam 1,5 sampai maksimal 2 tahun akan ditambah lagi 148.000 hektare baik itu di Kabupaten Pulang Pisau maupun Kapuas,” tuturnya.

Presiden mengemukakan, pengembangan lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa ini diharapkan bisa menjadi sumber cadangan logistik nasional untuk mencegah kekurangan pasokan pangan dalam negeri. Presiden menyebut Indonesia memerlukan lumbung pangan baru sebagai cadangan logistik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis pangan.

Cadangan logistik tersebut juga digunakan untuk mengantisipasi krisis pangan sebagaimana yang diperingatkan oleh Organisasi Pangan Dunia (FAO).

“FAO sudah mengeluarkan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi, juga karena memang adanya musim yang tidak bisa diatur dan diprediksi. Oleh sebab itu, kita menyiapkan sekarang ini yang namanya cadangan logistik nasional,” ujar Presiden Jokowi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Jokowi menunjuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk memimpin pengembangan lumbung pangan nasional baru tersebut. Kementerian Pertahanan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam menjalankan tugasnya.

“Karena ini menyangkut cadangan strategis pangan kita, leading sector-nya akan kita berikan ke Pak Menhan yang tentu saja didukung Pak Menteri Pertanian, juga Menteri PU. Tentu saja di daerah kita harapkan ada dukungan dari gubernur dan para bupati,” kata Jokowi.

Menhan Prabowo Subianto juga turut mendampingi Presiden Jokowi saat meninjau lumbung pangan (food estate) di Kabupaten Kapuas. Hadir pula Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, dan Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here