
bongkah.id — Pimpinan Wilayah Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PW PMMBN) Jawa Timur 1 menggelar forum bertajuk SAPA AKAR BANGSA (Sarapan Afirmasi Akar Moderasi Beragama dan Bela Negara) di Surabaya.
Kegiatan ini mengangkat tema sinergi aksi teknis dan strategi preventif dalam merajut moderasi beragama serta menjaga kedaulatan negara.
Forum yang diikuti mahasiswa ini menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi atas tantangan kebangsaan yang kian kompleks, seperti polarisasi sosial, derasnya arus informasi digital, hingga masuknya paham intoleran.
Mahasiswa didorong tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga berperan aktif sebagai penjaga nilai kebangsaan di tingkat akar rumput.
Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI, Dr. M. Munir, M.A., menegaskan pentingnya keseimbangan antara komitmen kebangsaan dan pemahaman keagamaan moderat.
Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menilai generasi muda memiliki posisi strategis sebagai aktor preventif dalam merawat moderasi di tengah masyarakat.
Pandangan serupa disampaikan Direktur Binmas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Eko Santoso, yang menekankan pendekatan edukatif dalam menumbuhkan semangat bela negara.
Kegiatan ini juga diwarnai deklarasi kebangsaan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah, TNI, Polri, dan mahasiswa.
Ketua PW PMMBN Jawa Timur 1, Cindi Romantika Oktaviani, turut menandatangani komitmen tersebut sebagai representasi generasi muda.
Deklarasi berlangsung hari Senin (6/4/2026) di Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur kawasan Juanda, Sidoarjo.
Melalui forum ini, kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat moderasi beragama dan mendorong peran aktif pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa. (kim)



























