Revalina Fernanda, siswi SMPN 1 Surabaya, anggota Forum Anak Surabaya dan Organisasi Pelajar Kota Surabaya, sekaligus Eco Student (Junior) of the Year 2025 dan Putri V Lingkungan Hidup 2024.

bongkah.id — Nama Surabaya kembali bergema di panggung internasional. Kota Pahlawan menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam Tokyo Global Forum on Children (TGFC) 2026, sebuah forum dunia yang membahas pemenuhan hak dan partisipasi anak.

Namun lebih dari sekadar kehadiran pemerintah kota, perhatian forum tertuju pada Revalina Fernanda, remaja Surabaya yang tampil sebagai duta anak dan menyuarakan pengalaman generasi muda di hadapan dunia.

ads

Forum yang digelar pada 4–6 Februari 2026 ini diikuti sekitar 20 kota global yang tergabung dalam Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF.

Kota-kota tersebut berbagi praktik terbaik dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, dan inklusif bagi anak dan remaja.

Surabaya dipilih karena dinilai konsisten menerapkan kebijakan kota ramah anak berbasis komunitas.

Di antara delegasi resmi, Revalina Fernanda, siswi SMPN 1 Surabaya sekaligus anggota Forum Anak Surabaya, tampil membawa perspektif berbeda.

Ia tidak hanya hadir sebagai pelengkap acara, melainkan sebagai representasi nyata suara anak yang merasakan langsung dampak kebijakan kota ramah anak.

Dalam sesi diskusi, Revalina menyampaikan bagaimana ruang publik, layanan pendidikan, serta kesempatan berpartisipasi memberi anak rasa aman dan percaya diri untuk menyampaikan pendapat.

Kehadiran Revalina menegaskan satu pesan penting, bahwa anak bukan sekadar objek kebijakan, tetapi subjek pembangunan.

Ia menceritakan bagaimana anak-anak Surabaya dilibatkan dalam musyawarah di tingkat kampung hingga kota, serta diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi tentang lingkungan, pendidikan, dan kesehatan mental.

Pengalaman itu menjadi bukti bahwa partisipasi anak dapat tumbuh ketika kota memberi kepercayaan.

Bagi Surabaya, keikutsertaan dalam TGFC 2026 bukan hanya soal prestise internasional. Ini adalah pengakuan bahwa pendekatan pembangunan yang menempatkan anak sebagai mitra mampu menghasilkan dampak jangka panjang.

Peran Revalina di forum global memperlihatkan bahwa kebijakan yang baik akan melahirkan generasi muda yang berani berbicara, berpikir kritis, dan siap berkontribusi.

Dari Tokyo, Revalina membawa pesan sederhana namun kuat: masa depan kota dan bangsa akan lebih kokoh jika suara anak didengar sejak dini.

Surabaya menunjukkan bahwa ketika anak diberi ruang, mereka tidak hanya tumbuh sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai agen perubahan yang mampu berdiri sejajar di panggung dunia. (kim)

7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini