Ketua RW 12 Lingkungan Kulon Pasar, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaporkan warganya berinisial MY ke Polres Jember, karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap lima anak.

Bongkah.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan, ke polisi dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Ironisnya, pelaku yang selama ini dihormati dan dipanggil ‘Pak Haji’ oleh warga sekitar telah melakukan perbuatan cabul itu selama tiga tahun.

Terduga pelaku berinisial MY, warga Lingkungan Kulon Pasar, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, ditengarai pandai menyembunyikan perbuatan cabulnya terhadap korban. Pasalnya, selama tiga tahun itu, warga sekitar masih menaruh hormat dan memanggilnya ‘Pak Haji’.

ads

“Baru kemarin orang tua korban mengetahui, setelah tahu orang tua dan mau demo, tapi saya cegah, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Ketua RW 12 Kelurahan Jember Kidul Muhammad Muslih.

Muslih adalah orang yang melaporkan MY ke Polres Jember. Dugaan kasus pelecehan seksual ini terungkap hingga dilaporkan ke polisi berawal dari ejekan anak-anak di lingkungan RW 12.

Muslih yang bingung dengan ejekan anak-anak kalau dirinya tidak berani dengan MY, akhirnya mengumpulkan para bocah di lingkungannya. Dia pun terkejut ketika mendengar cerita salah satu anak berinisial R terkait perilaku cabul salah satu warganya yang biasa disapa ‘Pak Haji’.

“R ini bercerita kalau dirinya menerima perlakuan tidak senonoh (pelecehan seksual) dari pelaku. Bahkan pelecehan seksual itu dia alami mulai kelas 3 SD, dan sekarang sudah kelas 6,” ungkap Muslih.

Setelah didalami, ternyata korbannya bukan hanya R. Terungkap, selama tiga tahun itu MY telah mencabuli lima anak, mayoritas laki-laki.

“Setelah ditanya lebih mendalam korbannya sudah ada 5 anak, satu perempuan dan 4 laki-laki,” beber Muslih.

Muslih mengatakan, MY melakukan pelecehan seksual di rumahnya selama tiga tahun tanpa diketahui warga.  Berdasar pengakuan korban, perbuatan cabul itu selalu dilakukan pada Hari Kamis, karena pada waktu itu istrinya melakukan kegiatan pengajian di luar rumah.

“Bukan hanya di rumah sendiri, ada korban yang mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh saat diajak pelaku ke Surabaya. Orang tua korban percaya diajak MY ke Surabaya,” tandasnya.

Pelecehan tersebut nyaris tidak diketahui oleh orang tua korban. Sebab pelaku merupakan sosok yang dituakan oleh masyarakat sekitar, bahkan sering dipanggil ‘Pak Haji’.

Adapun modusnya, MY diduga meminta korbannya menutup mata dan buka baju. Lalu pelaku menggesekkan kemaluannya di perut korban.

“Pelaku mengelus kemaluannya di sekitar pusar korban sampai keluar cairan,” ujar Muslih.

Muslih mengungkapkan, MY terakhir kali melakukan pelecehan terhadap seorang anak SD yang tinggal di RW lain, lima hari lalu. Namun perbuatan cabul itu gagal karena korban melawan dan pergi meninggalkan pelaku dengan alasan  ingin buang air.

“Anaknya berontak dengan alasan mau kencing. Dia melihat pintu tidak dikunci kemudian kabur,” ungkapnya.

Sementara, petugas Piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember membenarkan adanya laporan dari warga terkait dugaan pelecehan seksual dengan terlapor berinisial MY. Selanjutnya, laporan akan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak untuk ditangani lebih lanjut. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini