Balon propaganda berisi selebaran anti rezim Kim Jong Un yang diluncurkan Para pembelot Korut di Gimpo, Provinsi Gyeonggi, pada 31 Mei

Bongkah.id – Ketegangan dua negara di Semenangjung Korea kembali meningkat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Korea Utara mengancam akan membuat Korea Selatan menderita.

Ultimatum ini disebabkan kejengkelan Korut terhadap Korsel yang dianggap tak bisa menghentikan ulah para pembelot, warga Korut yang melarikan diri ke Korsel. Para pembelot ini bahkan menyebarkan selebaran anti-Pyongyang lewat balon udara ke wilayah Korut. Selebaran propaganda itu berisi kritik atau catatan pelanggaran hak asasi manusia dari rezim pemimpin Korut Kim Jong-un.

“Yang pertama, kami pasti akan menarik kantor penghubung bersama Utara-Selatan,” kata seorang pejabat unifikasi Korut, yang menangani hubungan antar-Korea, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari kantor berita Korut KCNA, Jumat (5/6/2020).

Ia menyebut, penutupan kantor itu langkah awal dari berbagai tindakan Korut berikutnya untuk menghukum Seoul. Peringatan keras ini merupakan yang kedua dalam beberapa hari terakhir.

“Kami akan mulai melakukan hal-hal yang dapat melukai sisi Selatan segera untuk membuat mereka menderita,” tandasnya.

Sebelumnya pada Kamis lalu, saudara perempuan Jong-un, Kim Yo-jong, mengancam akan membatalkan perjanjian militer yang disepakati pada 2018 lalu karena persoalan yang sama.

Sementara itu para pejabat Korsel mengatakan mereka akan mendorong undang-undang yang melarang kegiatan penyebaran selebaran yang dilakukan oleh para pembelot. Namun rencana ini memicu perdebatan tentang potensi pelanggaran kebebasan berekspresi di negara itu.

Kantor penghubung kedua negara sendiri saat ini memang tengah ditutup terkait pandemi virus corona. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here