Konglomerat pendiri Alibaba, Jack Ma (kiri), menghilang sejak memiliki hubungan tegang dengan Pemerintah China yang dipimpin Presiden Xi Jinping (kanan).

Bongkah.id – Salah satu orang terkaya dunia, Jack Ma, menghilang sejak sejak sebulan lalu setelah menjadi sasaran pemerintah China. Bos Alibaba Group itu menjadi target otoritas negaranya lantaran kritikan pedasnya terhadap sistem keuangan negari Tirai Bambu.

Banyak yang menyebut menghilangnya Jack Ma terkait dengan hubungan yang memburuk dengan Pemerintah China. Otoritas negara tersebut diketahui telah menghalangi rencana kelompok usaha finansial barunya, Ant Group, melantai di pasar saham.

(Baca Juga: Alibaba Berpotensi Gagalkan Merger Grab-Gojek oleh SoftBank).

Otoritas Cina mulai menginvestigasi Alibaba atas dugaan praktik monopoli sejak Desember 2020 lalu. Selain itu, otoritas Cina juga meminta Jack Ma untuk mereduksi operasi dari Ant Group yang dianggapnya “bermasalah” dalam hal layanan kredit, asuransi, dan manajemen keuangannya.

“Ant Group perlu kembali ke fungsi awalnya sebagai penyedia jasa pembayaran,” ujar Deputi Gubernur Bank Sentral Cina, Pan Gongsheng.

Salah satu kritik pedas Jack Ma yang membuat Pemerintah Cina kepansan adalah pernyataannya soal “Mentalitas Toko Gadai”. Kritikan itu dilontarkan saat dia mebghadiri keuangan Bund Summit yang digelar di Shanghai pada Oktober 2020 lalu.

Ia menyebut, cara kerja bank-bank China seperti toko gadai dan menurutnya hal itu tak lepas dari cara pandang pemerintah yang sudah usang. Menurut Jack Ma, itu justru membuat inovasi yang menjadi motor penggerak ekonomi China berjalan melambat.

“Inovasi yang bagus tidak takut terhadap regulasi, tetapi takut terhadap regulasi yang usang. Perumpamaannya, jangan menggunakan sistem manajamen stasiun kereta api untuk meregulasi bandara komersil,” ujar Jack Ma tegas, dikutip dari Nikkei.

Operasional bank-bank China pun tidak lolos dari kritik Jack Ma. Ia menyebut mereka usang, dijalankan dengan mentalitas toko gadai. Menurutnya, jika operasional bank-bank Cina bertahan seperti itu, maka tidak akan mampu mendukung kebutuhan finansial di masa depan.

“Keuangan China pada dasarnya tidak memiliki resiko. Namun, justru karena minimnya resiko, pertumbuhan ekonomi dan inovasi malah jadi terancam,” tambah Jack Ma.

Sontak, kritikan tersebut memancing amarah penguasa negeri Panda itu. Tak tanggung-tanggung, Presiden China Xi Jinping kemudian meminta grup usaha Jack Ma ditindak.

China memang sudah lama menyasar Jack Ma. Bukan hanya karena kritiknya, tetapi juga pengaruh Jack Ma yang kian menguat di negaranya.

Jack Ma dikenal sebagai konglomerat yang tidak pernah takut membuat atau menyuarakan perubahan hingga mempengaruhi status quo di negeri tirai bambu. Melalui gurita bisnisnya, Alibaba dan Ant, Jack Ma dapat mengubah cara orang berbelanja, meminjam, hingga menyimpan uang.

Beberapa orang yang fanatik terhadap Jack bahkan menyebutnya Daddy Ma. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here