POLITISI senior H. Amien Rais mengumumkan nama partai baru yang didirikan di channel YouTube Amien Rais Offisial, Kamis (1/10/2020). Nama partai baru itu adalah Partai Ummat.

bongkah.id – Kabar angin politikus senior nasional Amien Rais mendirikan partai baru akhirnya terbukti. Pendiri Partai Amanan Nasional (PAN) itu telah mengumumkan nama partai baru yang dibangun. Partai itu diberi nama Partai Ummat. Partai berasakan Rahamatan Llil ‘Alamiin itu bertekad memegang teguh Pancasila, UUD RI Tahun 1945, dan semua aturan demokrasi universal.

Pendirian Partai Ummat itu diumumkan Amien Rais melalui kanal YouTube “Amien Rais Official” pada Kamis (1/10/2020). Sampai Jumat (2/10/2020) pukul 23.00, tayangan ini sudah ditonton 23 ribu lebih. Sebanyak 1300 penonton memberikan pujian (like). Pun 138 penonton menilai tidak suka (dislike).

Dalam penjelasannya, Amien mengatakan, kitab suci Al-Qur’an mendorong umat beriman agar dalam mengarungi kehidupan di dunia, senantiasa melaksanakan dua perintah Alloh Swt. secara serentak. Pertama, melakukan al-amru bil ma’ruf dan an-nahyu’anil munkar. Yaitu memerintahkan menegakkan kebajikan dan memberantas keburukan. Kedua, menjalankan al-amru bil ‘adli dan an-nahya’ anudzulimi. Yaitu menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman.

Menurut mantan Ketua MPR RI itu, perintah Alloh yang pertama itu bergerak lebih pada tataran personal, familier, dan komunal (level mikro). Sementara perintah yang kedua, bergerak lebih pada tataran nasional (level makro) dan berkaitan erat dengan masalah kekuasaan.

“Sejarah umat manusia menunjukkan, bahwa hanya negara yang mampu melakukan kezaliman kolosal. Sebaliknya pula hanya negara yang dapat menegakkan keadilan secara merata,” katanya.

Kemampuan negara untuk berlaku zalim atau adil tersebut, dikatakan, karena negara memiliki sarana dan aparat yang lengkap. Demikian pula kekuasaan yang paling besar. Karena itu, negara dapat melancarkan kezaliman politik, kezaliman ekonomi, kezaliman sosial, kezaliman hukum, bahkan kezaliman kemanusiaan. Namun, hanya negara pula yang dapat menegakkan keadilan bagi semua rakyatnya.

“Semua itu bergantung pada pemerintah yang sedang berkuasa. Apakah sedang membela kepentingan rakyat dan umat. Sebaliknya sedang membela kepentingan konglomerat dan korporatokrat,” ujarnya.

Pada akhirnya, kata Amien, segolongan umat manusia harus berikhtiar untuk menegakkan keadilan sekaligus melawan kezaliman secara sisitematik lewat perjuangan politik. Dan Partai Ummat, ditegaskan, bertekad akan bekerja dan berjuang bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

Lebih lanjut dia menegaskan, partai Ummat akan bekerja dan berjuang memegang teguh pancalisa UUD 1945, dan semua aturan universal.

“Akhirnya, Iyyaakana’budu waiyyaaka nasta’in. Hanya kepada Allah kami menyembah, hanya kepadanya pula kami memohon pertolongan. Allahu Akbar! Merdeka!,” tegas Amien Rais.

RENCANA DEKLARASI

Di tempat berbeda, mantan Ketua DPW PAN DIY, Nazaruddin mengaku, tengah mempersiapkan pembentukan kepengurusan Partai Ummat di wilayah DIY. Kebijakan itu menyusul telah diumumkannya nama partai baru besutan Amien Rais tersebut.

Sejauh ini, dikatakan, dirinya telah mengantongi sejumlah nama untuk mengisi kepengurusan Partai Ummat di DIY. Namun dia enggan membeberkan lebih detail terkait sosok yang dipilih. Untuk menyeberang ke partai baru itu. Ini karena pada saat ini masih fokus konsilidasi.

Lebih lanjut dijelaskannya, setelah pengumuman nama dan mukadimah partai. Sejumlah elite di Partai Ummat berencana untuk melakukan deklarasi secara nasional. Untuk itu, sejumlah kepengurusan di tingkat bawah mesti telah rampung dilakukan. Rencananya deklarasi akan dilakukan secara daring. Namun,  untuk menyambut deklarasi itu, dirinya bersama para koleganya akan merampungkan menyusun kepengurusan di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga Kecamatan.

Selain itu, dia juga mengklaim, pihaknya cukup terbuka dalam membentuk kepengurusan Partai Ummat. Partai itu diklaim tidak akan mengkhususkan anggota maupun kepengurusan, hanya terdiri dari kalangan tertentu saja. Juga membuka diri terhadap potensi kader yang berkualitas.

“On going ya prosesnya. Kami juga terbuka pada wajah-wajah baru, bukan hanya orang lama,” katanya.

Sedangkan pengamat politik Tunjung Sulaksono dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengatakan, bahan bakar Partai Ummat besutan Amien Rais hanyalah para loyalis PAN semasa lampau, yang kini terpecah menjadi dua kubu. Orang-orang lama di intenal PAN dapat dipastikan akan mengikuti jejak Amien Rais dengan partai barunya.

Dosen Ilmu Pemerintahan UMY ini pun memprediksi, Partai Ummat akan memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lama yang sebelumnya bergabung bersama PAN. “Ibarat roti, itu tentu usahanya beda jika dibuat dari nol. Amien Rais akan memanfaatkan SDM yang sudah ada  dan selama ini perjuangannya dimanipulasi para elite PAN,” katanya.

Partai Ummat, diyakini Tunjung, berpotensi membangun struktur kepengurusan partai dalam waktu cepat. Kepengurusan partai kali ini akan lebih istimewa dibanding PAN. Kendati demikian, tak dipungkiri membutuhkan usaha keras seorang Amien Rais. Mengulang masa gemilangnya di tahun 1998-1999 silam.

Pria yang juga mengajar studi partai politik ini menilai, tahun 1998 Amien Rais mendirikan PAN dengan memanfaatkan momen revolusi pada massa itu. Saat ini tidak ada momen yang bisa dimanfaatkan. PAN itu bisa menjadi besar diuntungkan oleh momen Reformasi 1998. Namun, bukan kemuskilan Partai Ummat itu merupakan reinkarnasi dari semangat perjuangan amar mahruf nahi munkar, yang dulu menjadi ruh pendirian PAN. Ironisnya perjalanan sejarah membuat para elite PAN mengingkari semangat itu. Sebuah semangat yang tidak bisa dihapuskan dari para loyalis Amien Rais di tiap-tiap daerah.

“Sampai saat ini Pak Amien punya pengikut yang setia dan fanatik dari pecahan PAN. SDM ini yang akan menjadi gerbong awal pendirian partai secara cepat, tangguh, dan cerdas. Demikian pula SDM yang ada di banyak partai islam lainnya. Mereka berpotensi bergabung dengan Partai Ummat, yang telah menegaskan visi misi perjuangannya yang sangat Islami banget,” katakanya.

Selain itu, dia sangat yakin Partai Ummat ke depannya mampu menjadi partai besar. Itu jika para elitenya tidak berkarakter sebagaimana partai politik lainnya. Melupakan perjuangan partai sesungguhnya, setelah merasakan manisnya madu kekuasaan atau dekat kekuasaan. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here