Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam acara peluncuran E-SPPT PBB-P2 Buku IV, V di Pendapa Graha Majatama, Rabu (2/2/2022).

Bongkah.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Jawa Timur, membuat terobosan guna memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Inovasi diwujudkan melalui E-SPPT PBB-P2 Buku IV, V yang resmi diluncurkan di Pendopo Graha Majatama, Rabu (2/2/2022).

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan, Peluncuran E-SPPT PBB menjadi wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam mempermudah pelayanan publik, khususnya terkait pajak daerah. Selain itu, sistem digital ini dapat memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).

ads

Menurut Ikfina, upaya memaksimalkan potensi PAD ini agar pembangunan dapat lebih optimal dan dirasakan dirasakan masyarakat. Mengingat, pembangunan masih ditopang melalui skema APBD dan transfer dana dari pemerintah pusat

“Selama pandemi, dana transfer dari pusat juga mengalami penurunan. Ini menjadi momentum selama pandemi bahwa nantinya ini kita maksimalkan untuk PAD agar pembangunan bisa dirasakan masyarakat  Kabupaten Mojokerto” tutur Ikfina usai peluncuran E-SPPT PBB di Pendapa Graha Majatama, Rabu (2/2/2022).

Dalam menjalankan sistem E-SPPT ini, Pemkab bekerjasama kepada pihak perbankan, biro pos, dan penyedia pembayaran non-tunai. Ikfina mengajak kepada seluruh elemen untuk turut mensukseskan sistem ini sebagai wujud digitalisasi pelayanan pajak di Kabupaten Mojokerto.

“Tentu perlu sinergitas dan kolaborasi, antar pemerintah. Juga akan melalui skema dengan perbankan, biro pos, penyedia pembayaran non tunai. Sehingga ayo kita bersama sama mensukseskan E-SPPT ini,” ujarnya.

Ikfina mengapresiasi atas partisipasinya kepada wajib pajak desa di tahun 2021, dimana telah memberikan kontribusi pada penerimaan PAD yang melebihi target sebesar Rp 625,34 miliar. Pihaknya juga berkomitmen, adanya elektronifikasi dalam pelayanan pajak ini, dapat mewujudkan pembangunan di masyarakat. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat menikmati atas pajak yang telah disetor ke pemerintah.

“Sebelumnya saya ucapkan terimakasih pada wajib pajak desa atas partisipasi nya di tahun 2021, yang  memberikan kontribusi penerimaan PAD melebihi target sebesar Rp 625,34 miliar. Hal ini menjadi komitmen, bagaimana caranya PBB kembali ke desa untuk ke masyarakat bisa berwujud dan dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ikfina menegaskan, adanya launching ini, selain menjawab atas persoalan masyarakat yang selama ini terjadi terkait pajak PBB, juga untuk mempermudah proses pembayaran pajak melalui sistem pembayaran cashless.

“Oleh karna itu, kegiatan ini menjawab persoalan yang terjadi lapangan selama ini  terkait pajak PBB P2 dari masyarakat. Tentu ini juga mempermudah proses pembayaran pajak melalui sistem cashless,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ikfina juga berpesan kepada seluruh pemerintah desa agar dapat menghidupkan dan memaksimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengakomodir pelayanan pajak bagi warganya,

“Kedepan, perlu dimaksimalkan dan dihidupkan kembali BUMDes supaya masyarakat bisa mudah dalam pembayaran pajak,” cetus orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini.

Diketahui, selain launching E-SPPT PBB-P2, Pemkab Mojokerto juga memberikan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) dan SPPT PBB-2 Buku I,II,III secara simbolis kepada perangkat daerah yang berhasil menghimpun pajak daerah pada tahun 2021. Adapun peringkat 1 baku 3 Miliar diraih oleh Kecamatan Pungging , peringkat 1  baku 2 Miliar diraih oleh Kecamatan Bangsal, peringkat 1 baku 1 miliar diraih oleh Kecamatan Gondang.

Turut hadir, Sekretaris Daerah, Teguh Gunarko, Kepala DPRD Kabupaten Mojokerto, Kepala Bapenda, Kepala Diskominfo, Direktur Utama Bank Jatim, Perwakilan OJK, Perwakilan Bank Indonesia, turut memberangkatkan armada PT. Pos Indonesia Cabang Mojokerto untuk mendistribusikan SPPT PBB-P2 Buku I, II, III ke Desa di 18 Kecamatan. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini