Pekerja PT Yamaha Music Product Asia ketika sedang merakit komponen piano Yamaha.

bongkah.id – Tahun 2025 menjadi penutup sejarah dua pabrik piano Yamaha di Indonesia. PT Yamaha Music Product Asia di Cikarang resmi berhenti beroperasi pada akhir Maret 2025, memulangkan sekitar 400 pekerja. Menyusul kemudian PT Yamaha Indonesia di Pulogadung yang tutup pada 31 Desember 2025, berdampak pada sekitar 700 karyawan.

Lebih dari 1.000 orang harus menerima kenyataan pahit PHK akibat turunnya permintaan piano global dan relokasi produksi ke China serta Jepang.

ads

Bagi karyawan, penutupan pabrik itu seperti nada minor yang tiba-tiba memutus sebuah komposisi panjang bernama pengabdian kerja.

Penutupan ini kerap disalahpahami sebagai berhentinya seluruh operasional Yamaha di Indonesia. Faktanya, yang tutup hanyalah divisi alat musik, khususnya piano. Sedangkan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tetap beroperasi memproduksi sepeda motor, dan bengkel serta dealer Yamaha masih berjalan seperti biasa. Namun bagi para pekerja piano, klarifikasi itu tak mengurangi rasa kehilangan.

Ketika gerbang pabrik benar-benar telah tutup, yang tersisa bukan hanya bangunan kosong. Ada kisah tentang dedikasi, tentang bunyi yang lahir dari ketelitian, dan tentang para pekerja yang pernah menjadi bagian dari harmoni besar bernama piano Yamaha.

Nada terakhir memang telah dimainkan.
Piano-piano rakitan buatan tangan mereka yang pernah mengisi ruang konser, sekolah musik, gereja, dan rumah-rumah di berbagai negara, kini tinggal gema kenangan.

Duka para pekerjanya menjadi pengingat bahwa di balik sebuah merek dagang besar, selalu ada manusia yang menggantungkan hidup dan harapannya di sana. (anto)

8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini