Bongkah.id – Sebuah pengumuman singkat dari TikTok tiba-tiba membuat banyak pengguna kaget. Platform yang selama ini menjadi ruang hiburan sekaligus ladang rezeki bagi ribuan orang Indonesia, memutuskan untuk mematikan sementara fitur TikTok Live.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Situasi sosial politik di Jakarta dan sejumlah daerah sedang memanas. Gelombang unjuk rasa yang berujung pada kekerasan membuat TikTok mengambil langkah antisipatif.
“Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah pengamanan tambahan. Sebagai bagian dari langkah ini, kami menangguhkan fitur TikTok Live selama beberapa hari ke depan di Indonesia,” tulis juru bicara TikTok dalam keterangan resminya.
Selain menutup akses live streaming, TikTok juga memperketat pengawasan konten. Unggahan yang dianggap melanggar panduan komunitas langsung dihapus.
Namun, di balik keputusan itu, ada suara-suara yang tenggelam, suara para pelaku usaha kecil dan kreator konten yang menggantungkan hidup dari fitur live.
Salah satunya datang dari Ahsanu W (25), seorang affiliator sekaligus pedagang kecil di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, setiap hari ia menghabiskan waktu berjam-jam di depan kamera, menyapa penonton, mempromosikan barang, dan berharap mendapat gift yang bisa ditukar menjadi rupiah.
Ketika tahu TikTok Live ditutup sementara, ia hanya bisa terdiam. “Saya sebagai affiliator yang sehari-hari mencari uang lewat live TikTok merasa kecewa. Pemerintah tidak memikirkan UMKM kecil dengan sekali tombol,” keluhnya.
Bagi sebagian orang, TikTok Live mungkin hanya ruang hiburan. Tapi bagi banyak lainnya, fitur itu adalah etalase dagang, panggung usaha, bahkan pintu masuk penghidupan. Kini, dengan satu kebijakan, ribuan pedagang kecil seperti Ahsanu harus mencari cara lain agar dapur tetap mengepul. (Ima/sip)