Pengurus Masjid Cheng Ho tengah menyalurkan bantuan tunai kepada warga.

bongkah.id – Antrean panjang terlihat sejak pagi di kawasan Masjid Cheng Ho Surabaya, jalan Gading, 26 Februari 2026.

Sebanyak 30.000 warga prasejahtera dari 31 kecamatan menerima zakat tunai Rp 500 ribu per orang yang disalurkan Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya.

ads

Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 16 miliar.

Penyaluran tersebut berbasis data kemiskinan ekstrem nasional dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Di bulan Ramadan ini banyak yang membutuhkan kebutuhan pokok. Uang yang kami bagikan kepada prasejahtera insya Allah juga akan meningkatkan perekonomian, khususnya di Surabaya maupun Jawa Timur,” ujar perwakilan yayasan dalam kanal TikTok.

Distribusi dilakukan tertib menggunakan sistem ID cek dan QR Code. “Tidak ada dobel, tidak ada titipan. Semua terverifikasi.”

Kegiatan berlangsung selama 12 hari dan kini memasuki gelombang kedua dari total 12 gelombang.

Tahun lalu zakat disalurkan kepada 16 ribu warga, tahun ini meningkat menjadi 32 ribu penerima. Panitia juga mengimbau umat Islam menyalurkan zakat mal melalui Masjid Cheng Ho.

Secara nasional, BPS mencatat angka kemiskinan Indonesia masih di kisaran 9 persen pada 2025.

Di perkotaan padat seperti Surabaya, tekanan harga pangan menjelang Idulfitri membuat bantuan tunai menjadi “nafas tambahan” bagi keluarga penerima.

Jejak Lapangan Gading dan Ikon Toleransi

Masjid Cheng Ho Surabaya berdiri di kawasan yang dahulu dikenal sebagai Lapangan Gading, fasilitas umum populer karena bersebelahan dengan Jalan Gading.

Seorang saksi sejarah bernama Dakas menuturkan, masa kecilnya sering bermain sepak bola di lapangan Gading yang tak jauh dari tempat tinggalnya di kampung Ngemplak.

Area itu dulu menjadi ruang terbuka tempat warga di sekitar jalan Kamboja dan Kalisari beraktivitas dan berkumpul.

Kini, di lokasi tersebut berdiri masjid bergaya arsitektur Tiongkok yang dikelola PITI (Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia).

Kehadiran masjid ini bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga simbol akulturasi budaya dan harmoni antar-etnis di Kota Pahlawan.

Dengan dominasi warna merah-hijau dan ornamen khas Tiongkok, Masjid Cheng Ho menjadi salah satu ikon toleransi Surabaya.

Di tempat inilah kegiatan sosial keagamaan, termasuk pembagian zakat miliaran rupiah, dilaksanakan.

Antrean panjang di Ramadan tahun ini bukan sekada barisan penerima bantuan, melainkan potret gotong royong lintas komunitas yang tumbuh dari sejarah ruang publik bernama Lapangan Gading. (kim)

19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini