bongkah.id — Satreskrim Polres Jombang terus mengusut ditemukannya dua jasad perempuan di bangunan bekas asrama polisi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (25/2/2026).
Kasatreskrim AKP Dimas Robin Alexander mengungkapkan, kedua korban diduga berinisial SK (35), warga Desa Balong Gebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, serta putrinya, NC (6), yang tinggal di alamat yang sama.
Di lokasi kejadian, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu botol bahan bakar jenis pertalite, korek api, sebotol cairan pembersih berwarna hijau, pakaian dan sandal korban, serta satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AG 5053 WO yang ditemukan tak jauh dari lokasi.
Hasil autopsi sementara dari tim forensik memperkirakan waktu kematian terjadi antara 48 hingga 120 jam sebelum jasad ditemukan. Secara kasat mata, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam pada tubuh kedua korban.
Namun, penyidik menduga keduanya meninggal dunia akibat menghirup asap dan mengalami luka bakar. Pada tubuh sang anak ditemukan pelepuhan di bagian pipi yang diduga berkaitan dengan paparan zat kimia kuat.
Sementara pada tubuh ibu, terdapat kerusakan pada area tenggorokan hingga organ dalam yang juga dicurigai berhubungan dengan zat kimia tersebut.
Kepolisian memastikan kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan masih dalam keadaan hidup saat api membakar tubuh mereka.
Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan jenis zat yang terlibat, termasuk kemungkinan keterkaitan cairan pembersih yang ditemukan di lokasi dengan insiden tersebut.
Hingga kini, tim penyidik terus mendalami kasus tersebut dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap seluruh barang bukti yang telah diamankan.
“Hasil lengkap penyelidikan akan kami sampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai,” ujar AKP Dimas, Kamis (26/2/2026).
Kasus ini masih menyisakan banyak tanda tanya, sementara aparat berupaya mengurai satu per satu petunjuk yang tertinggal di bangunan sunyi itu. (anto)


























