Patung karya Entang Wiharso saat dipajang di Artshub 2025 di Balai Pemuda Surabaya.

bongkah.id — Forum Pegiat Kesenian Surabaya (FPKS) akan menggelar diskusi publik bertajuk “Jagongan ala FPKS: Masa Depan Kesenian di Kota Surabaya” pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 19.00 WIB di Galeri Dewan Kesenian Surabaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin FPKS sejak berdiri pada Mei 2025.

ads

Diskusi menghadirkan narasumber lintas kalangan, antara lain Dr. Edi Dwi Rianto (FIB Unair), Dr. Agung “Tato” Suryanto (STKW), Dr. Wyna Herdiana (Ubaya), Heri Lentho (Sanggar Jati Swara), Adnan Guntur (Saung Indonesia/Gen Z), AH. Thony (pengamat kebudayaan), dan Isa Anshori (TIM Transformasi Lembaga Seni Budaya Surabaya).

Acara dimoderatori budayawan Henri Nurcahyo, serta diselingi pertunjukan macapatan oleh Rara Safira bersama Darmono Saputro.

Koordinator FPKS Jil Kalaran menegaskan, kesenian Surabaya tumbuh dari denyut hidup rakyat—dari kampung, bengkel, hingga ruang-ruang kerja. Namun kini kerap terpinggirkan oleh pendekatan seremonial dan birokratis.

Seni sering diakui secara simbolik, tetapi kurang dirawat sebagai ekosistem.

Melalui forum ini, FPKS mendorong perubahan cara pandang terhadap kesenian sebagai kebutuhan publik, ruang refleksi sosial, serta fondasi kebudayaan kota.

Diskusi diharapkan menjadi langkah awal merumuskan masa depan kesenian Surabaya yang berakar pada tradisi, terbuka pada inovasi, dan berpihak pada komunitas. (kim)

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini