Rapat pengendalian Inflasi Pemkab Mojokerto, Rabu (19/3/2025).
Rapat pengendalian Inflasi Pemkab Mojokerto, Rabu (19/3/2025).

Bongkah.id – Pada Februari 2025, inflasi Kabupaten Mojokerto sebesar 0,46 persen. Beras menjadi faktor utama penyumbang inflasi.

Karena menurut Wakil Bupati Mojokerto, M. Rizal Octavian masyarakat masih bergantung pada konsumsi nasi, dibandingkan pangan alternatif.

ads

“Kita harus mengedukasi masyarakat akan pangan alternatif seperti kentang dan jagung untuk mengurangi ketergantungan pada beras,” tuturnya saat memimpin rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H di Ruang Satya Bina Karya (SBK) Kabupaten Mojokerto, Rabu (19/3/2025).

Ia menuturkan jika masih banyak masyarakat di Kabupaten Mojokerto, yang beranggapan kalau belum makan nasi itu belum makan.

“Jadi mungkin kedepan kita juga harus mengedukasi masyarakat tentang karbohidrat kompleks yang tidak hanya beras saja. Bisa kentang atau jagung, itu harus kita edukasi agar kebutuhan beras kita juga relatif stabil kedepannya,” ujar Rizal.

Meski begitu, Wabup mengapresiasi Bulog yang telah memastikan stok beras cukup untuk enam bulan ke depan. Namun, edukasi tentang diversifikasi pangan tetap perlu digencarkan.

Lebih lanjut dalam mengendalikan inflasi, Wabup Rizal juga mengimbau agar OPD yang tergabung dalam TPID terus meningkatkan sinergitas antar sesama. Ia juga menilai, bahwa inovasi harus dilakukan secara bersama-sama, bukan terpisah-pisah, agar kebijakan yang dihasilkan lebih efektif.

“Saya harapkan sinergitas dan juga kolaborasi yang baik maupun inovasi bersama. Jadi inovasi jangan sendiri-sendiri tetapi harus dibicarakan sesama OPD, sehingga bisa mendapatkan hasil yang baik,” jelasnya.

Wabup Rizal juga mengatakan dalam mengendalikan inflasi di Bumi Majapahit, efektivitas operasi pasar harus tepat sasaran. Ia meminta agar pemetaan lokasi dilakukan dengan lebih cermat, sehingga pasar yang dipilih benar-benar memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat.

Tak hanya itu, Wabup Rizal juga menyoroti peran toko-toko penyeimbang harga seperti Toko Wulandari dan Aplikasi Tumbas. Terkait Toko Wulandari, ia mengusulkan pembukaan cabang di daerah utara sungai agar masyarakat diwilayah tersebut tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Mungkin awal-awal, toko bisa diletakkan ditengah-tengah, mungkin disamping Kabupaten ada space kosong bisa dibuat agar masyarakat yang di Utara sungai tidak terlalu jauh. Daerah-daerah Sooko juga dekat di wilayah-wilayah dekat sini juga bisa tercover. Jadi bukan hanya di Mojosari saja,” tegasnya. (sip)

8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini