Polisi mengamankan 200 anak muda di arena balap liar Jl Arteri Porong, Sidoarjo, Jumat (20/2/2026).

bongkah.id – Fajar bahkan belum benar-benar merekah ketika deru knalpot memecah sunyi di ruas Arteri Porong, Sidoarjo.

Di bentangan jalan yang biasanya menanggung lalu-lalang pekerja dan truk logistik itu, ratusan sepeda motor berjejer seperti kawanan lebah yang kehilangan sarang, liar, bising, dan tak terkendali.

ads

Namun Jumat (20/2/2026) pagi itu, skenario berubah. Sekitar 200 kendaraan bersama para pelaku balap liar yang didominasi remaja belasan tahun diamankan jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo dalam operasi penindakan besar-besaran.

Motor-motor itu tak sekadar ditilang. Tapi juga disita hingga usai Lebaran Idulfitri, ditahan sebagai jeda paksa bagi hasrat kebut-kebutan yang kerap meresahkan warga.

Operasi dimulai sejak pukul 03.00 WIB. Personel berpakaian preman lebih dulu menyusup, mengamati denyut persiapan balapan yang kerap berlangsung menjelang matahari terbit.

Ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 06.00 WIB dan mesin-mesin mulai dipanaskan, kepungan pun dirapatkan.
Dari barat dan timur jalan disekat. Dari utara dan selatan ditutup.

Truk-truk besar diparkir melintang, menjadi tembok baja yang menutup celah pelarian. Ruas arteri yang luas itu seketika berubah menjadi ruang tanpa pintu keluar.

“Kami amankan kurang lebih 200 kendaraan. Semua kita aman-amankan tanpa terkecuali. Kita sekat dari berbagai arah dan siapkan truk-truk besar untuk menutup jalan,” tegas AKP Ali Mubarok, Kanit Turjawali Satlantas Polresta Sidoarjo, saat memberi penjelasan secara on air di Radio Suara Surabaya, Jumat pagi.

Satu per satu motor diangkut ke atas truk. Sebagian didorong, sebagian dinaikkan dengan bantuan unit towing khusus. Konvoi kendaraan sitaan itu lalu bergerak menuju markas Polresta Sidoarjo, meninggalkan jalan yang perlahan kembali sunyi.

Bagi kepolisian, langkah ini bukan sekadar penindakan, melainkan respons atas keresahan masyarakat yang saban pekan terganggu oleh aksi kebut-kebutan.

Ramadan yang sudah tiba dipandang sebagai periode rawan waktu di mana euforia remaja kerap bertemu lengangnya jalan selepas sahur atau menjelang berbuka.

Seluruh motor akan ditahan selama Ramadan. Proses sidang tilang di kejaksaan baru akan digelar setelah Lebaran Idulfitri.

Orang tua para pemilik kendaraan pun diwajibkan datang ke Mapolresta untuk menjemput anak-anak mereka. Sebuah momen yang mungkin lebih menegangkan daripada garis start balapan itu sendiri.

“Biar tidak digunakan selama Ramadan, karena Ramadan ini waktu yang sangat rawan untuk kegiatan balap liar. Nanti sidangnya setelah pelaksanaan Ramadan,” jelas Ali.

Tak berhenti di Porong, aparat juga menyisir titik-titik lain di wilayah Sidoarjo yang diindikasi menjadi arena balap liar. Patroli akan digencarkan, terutama saat waktu ngabuburit dan selepas sahur.

Di Arteri Porong pagi itu, aspal kembali menjadi jalan biasa. Bukan lintasan adrenalin. Deru mesin telah digantikan suara angin dan kendaraan yang melintas sewajarnya.

Namun bagi ratusan remaja yang motornya kini terparkir di halaman Mapolresta, Ramadan tahun ini mungkin akan terasa lebih sunyi, tanpa knalpot meraung, tanpa garis finis, hanya jeda panjang untuk belajar tentang batas dan akibat. (anto)

2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini