
bongkah.id – Jejak terjangan angin puting beliung pada Minggu (15/3/2026) masih terlihat jelas di sudut-sudut permukiman warga Sedati, Sidoarjo.
Lembaran asbes berserakan di halaman, beberapa rangka atap miring, dan terpal darurat menutup rumah-rumah yang kehilangan pelindungnya.
Di Desa Segorotambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, warga masih sibuk membersihkan puing-puing. Sebagian memunguti pecahan genting, sebagian lagi menata ulang barang-barang rumah tangga yang sempat basah diterpa hujan setelah atap rumah mereka beterbangan.
Di tengah aktivitas warga itu, Bupati Sidoarjo Subandi datang meninjau langsung lokasi terdampak pada Senin siang (16/3/2026).
Ia berjalan dari satu rumah ke rumah lain, menyapa pemilik rumah sambil melihat kondisi kerusakan yang ditinggalkan angin kencang tersebut.
Angin puting beliung yang melintas di wilayah Sedati itu tercatat merusak 105 rumah di empat desa. Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Segorotambak dengan 68 rumah terdampak.
Disusul Desa Pepe sebanyak 18 rumah, Desa Cemandi 10 rumah, dan Desa Buncitan sembilan rumah.
Di Segorotambak, kerusakan terlihat paling nyata. Beberapa rumah bahkan tampak tanpa atap. Tiupan angin kuat mengangkat lembaran asbes hingga beterbangan ke pekarangan tetangga.
“Dari 68 rumah yang kemarin terdampak puting beliung, ada sekitar 20 rumah yang rusak berat,” ujar Subandi saat sidak di lokasi.
Bagi warga, kerusakan ini datang di waktu yang kurang bersahabat. Lebaran tinggal menghitung hari. Biasanya menjelang hari raya, rumah-rumah mulai dibersihkan dan diperbaiki agar nyaman untuk menyambut keluarga.
Namun tahun ini, sebagian warga justru harus memikirkan cara menutup atap yang hilang.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memutuskan bergerak cepat. Ia menginstruksikan agar bantuan material bangunan segera didistribusikan.
“Kami sudah perintahkan hari ini dan besok material harus diturunkan. Karena ini mendekati Lebaran, jangan sampai toko material tutup,” katanya.
Bantuan yang disiapkan antara lain asbes untuk mengganti atap yang rusak serta kayu untuk memperbaiki rangka rumah yang patah. Sebab sebagian besar kerusakan memang terjadi pada bagian atap yang tersapu angin.
Perbaikan terutama akan difokuskan pada sekitar 20 rumah yang mengalami kerusakan berat. Pengerjaannya direncanakan dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama pemerintah desa dan relawan.
“Yang 20 rumah ini minimal kita keroyok bersama supaya cepat selesai,” jelasnya. “Kalau tidak segera diperbaiki kasihan, karena sudah mendekati Lebaran.”
Di sela-sela peninjauan, Subandi juga menemukan satu rumah warga di Desa Buncitan yang kondisinya sudah lama memprihatinkan. Atapnya keropos dan dindingnya rapuh bahkan sebelum diterjang angin.
Rumah tersebut rencananya akan diperbaiki melalui program bantuan dari Baznas Kabupaten Sidoarjo setelah Lebaran.
Bagi warga, kehadiran pemerintah di tengah kondisi seperti ini menjadi penguat. Di halaman-halaman rumah yang masih dipenuhi sisa puing, percakapan tentang perbaikan mulai terdengar.
Warga saling menawarkan bantuan, sebagian menyiapkan alat, sebagian lagi menunggu material datang.
Angin puting beliung memang sempat merusak banyak rumah. Namun di Sedati, semangat gotong royong warga dan dukungan pemerintah diharapkan bisa segera mengembalikan kehangatan rumah-rumah itu, tepat sebelum takbir Lebaran berkumandang. (anto)


























