
bongkah.id – Sejak pagi yang dingin di awal tahun 2026, kabar tentang Sri Mulyani Indrawati — salah satu tokoh pemerintahan paling dikenal di Indonesia, telah mengisi ruang berita internasional.
Yang membuat publik tersentak bukan sekadar namanya yang besar, tetapi posisi barunya yang tak terduga, yakni menjadi anggota Dewan Direksi Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan filantropi global yang dikenal luas atas perannya dalam menyelamatkan jutaan nyawa dan mendorong kesejahteraan global.
Ketika menerima kabar itu, Sri Mulyani menyatakan dengan rendah hati, “Saya merasa terhormat untuk bergabung dengan Dewan Yayasan Gates, untuk berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan dan peluang ini…”
Ungkapan yang sederhana ini mencerminkan seorang ekonom dan pemimpin yang tidak hanya berpikir tentang angka dan neraca negara, tetapi tentang kehidupan manusia di seluruh penjuru dunia.
Mengapa Gates Foundation menyambut Sri Mulyani?
Sebagai lembaga filantropi raksasa yang didirikan oleh Bill dan Melinda Gates, Gates Foundation telah menetapkan tiga tujuan besar selama dua dekade ke depan. Yakni mencegah kematian ibu dan bayi. Memastikan generasi baru tumbuh tanpa penyakit menular yang mematikan. Mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan dan menuju kemakmuran.
Dalam sebuah pernyataan, CEO Mark Suzman menjelaskan bahwa pengalaman Sri Mulyani dalam reformasi ekonomi dan tata kelola keuangan akan sangat membantu yayasan dalam memaksimalkan dampak program-program globalnya.
Bayangkan. Seorang yang dulunya rapat dengan menteri-menteri negara kini bersiap berdiskusi dengan pemimpin global tentang bagaimana sistem kesehatan ibu di Afrika bisa diperbaiki, atau bagaimana model pembangunan inklusif bisa diadaptasi di Asia dan Amerika Latin.
Ini bukan sekadar perubahan titel. Ini adalah gerakan dari skala nasional ke panggung dunia.
Sri Mulyani Indrawati lahir di Tanjung Karang, Lampung, pada 26 Agustus 1962. Ia bukan sekadar birokrat biasa, ia adalah seorang akademisi, ekonom, pembaharu dan pemimpin global. Perjalanan panjang yang layak dibaca sebagai inspiratif.
Pendidikan dan Awal Karier
Meraih Bachelor of Economics dari Universitas Indonesia (1986). Melanjutkan studi di Amerika Serikat, Master of Science dan Ph.D. di bidang Ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign (1990 dan 1992).
Mengajar di Universitas Indonesia dan menjadi kepala program pascasarjana, sekaligus menjadi penasihat kebijakan untuk negara.
Sri Mulyani mulai menapaki karier pemerintahan pada era reformasi, termasuk menjadi
Menteri Keuangan Republik Indonesia (2005–2010; 2016–2025), wanita pertama yang menjabat posisi ini dan salah satu yang terlama mengabdi. Managing Director & COO World Bank (2010–2016), bekerja lintas negara dalam isu-isu pembangunan global. Executive Director di IMF, mewakili negara-negara Asia Tenggara.
Dalam posisi menteri, ia menjadi simbol reformasi fiskal. Diantaranya menurunkan korupsi di sektor pajak dan bea cukai. Meningkatkan investasi asing dan stabilitas ekonomi. Juga, memimpin Indonesia melewati krisis global 2008 dan pandemi COVID-19 dengan ketahanan fiskal yang diakui global.
Ia bahkan mengarahkan lembaga keuangan negara menerbitkan Green Sukuk, yang membuat Indonesia dipandang sebagai contoh dalam sustainable finance.
Seorang Figur Global
Prestasi Sri Mulyani tak hanya diukur oleh gelar atau jabatan. Ia telah lebih dari sekali diakui sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia dalam urusan ekonomi dan kebijakan publik.
Kini, ketika namanya dipanggil bergabung bersama yayasan filantropi terbesar di dunia, ini bukan hanya tentang penghargaan — ini adalah penegasan bahwa pengalaman dan integritasnya dibutuhkan untuk menjawab tantangan paling mendesak di era modern: kematian ibu dan bayi, kemiskinan ekstrem, serta penyebaran penyakit yang masih membayangi jutaan orang.
Melihat perjalanan Sri Mulyani, satu hal yang paling mengena adalah bagaimana integritas, kerja keras, dan kasih terhadap sesama manusia bisa membawa seseorang dari ruang rapat kementerian di Jakarta hingga meja diskusi global di panggung dunia.
Sebagaimana ia katakan sendiri, bergabung dengan Gates Foundation adalah tentang berkontribusi untuk kehidupan mereka yang paling membutuhkan, bukan hanya angka di lembar laporan, tetapi kehidupan nyata, ibu dan anak, keluarga dan komunitas.
Sri Mulyani bukan hanya ekonom ulung atau menteri yang dihormati, ia adalah contoh nyata bahwa seorang pemimpin bisa menyelamatkan kehidupan dengan kebijakan yang berpihak kepada manusia, dan kini memperluas pengaruhnya hingga batas global. (kim)
























