
bongkah.id – Setiap pagi, 2.450 siswa dari keluarga kurang mampu di Jawa Timur kini memulai hari dengan rutinitas yang sama: bangun di asrama, sarapan bersama, lalu berangkat sekolah tanpa memikirkan biaya. Mereka adalah siswa yang kini mengenyam pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat (SR).
Mereka belajar di 26 SR yang telah beroperasi di Jawa Timur, menjadikannya sebagai Provinsi Jatim dengan jumlah SR terbanyak di Indonesia, disusul Jawa Barat dengan 20 titik SR, Sulawesi Selatan sebanyak 16 titik SR, Jawa Tengah 14 titik SR serta Provinsi Aceh 8 titik SR.
Capaian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peresmian 166 titik Sekolah Rakyat oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
“Seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara. Inilah bentuk kehadiran negara untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem,” ujar Khofifah dalam siaran pers, Selasa (13/1/2026).
Sekolah Rakyat di Jawa Timur tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Ponorogo, Jember, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Pamekasan, hingga daerah perkotaan seperti Kota Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo. Sejumlah fasilitas milik Pemprov Jatim dan perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Surabaya (Unesa), juga dimanfaatkan untuk mendukung program ini.
Sekolah Rakyat ini dirancang inklusif, melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga miskin, miskin ekstrem, serta kelompok rentan lainnya.
Di sekolah ini, siswa tidak hanya datang untuk belajar. Mereka tinggal di asrama, mendapat makan bergizi, pendampingan, serta lingkungan yang aman dan stabil, sesuatu yang selama ini sulit mereka peroleh. Sistem berasrama menjadi penyangga bagi anak-anak yang hidup dalam keterbatasan, sekaligus memberi mereka ruang untuk fokus menata masa depan.
Khofifah menegaskan, proses rekrutmen peserta didik dilakukan secara ketat dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), agar program benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan atau program pemerintah. Ia adalah pintu keluar dari lingkaran kemiskinan, tempat harapan tumbuh, dan mimpi mulai berani disusun oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu. (anto)
























