bongkah.id – Sebanyak 114 seniman dan pelaku budaya telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Musyawarah Kebudayaan Kota Surabaya yang akan digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Gedung Balai Pemuda Surabaya.
Antusiasme tersebut mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif komunitas budaya untuk terlibat aktif dalam perumusan arah kebijakan kebudayaan kota.
Musyawarah kebudayaan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pemajuan kebudayaan secara berkelanjutan.
Kegiatan dikemas dalam format ruang dialog terbuka, yang memungkinkan pertukaran gagasan antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan kebudayaan.
Pelaksana tugas Disbudporapar Kota Surabaya, Heri Purwadi menegaskan bahwa musyawarah ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan wahana strategis untuk menyerap aspirasi, memetakan persoalan, sekaligus merumuskan arah kebijakan kebudayaan Surabaya ke depan.
“Kebudayaan tidak bisa dikelola secara sepihak. Ia tumbuh dari dialog, dari partisipasi aktif para pelaku dan komunitasnya,” ujarnya.
Dalam forum ini, peserta akan diajak membahas berbagai isu penting, mulai dari pelestarian seni dan tradisi, penguatan ekosistem kreatif, hingga mekanisme kuratorial dan kelembagaan kebudayaan.
Hasil musyawarah diharapkan menjadi dasar rekomendasi kebijakan yang relevan dengan dinamika sosial dan kultural Kota Surabaya.
Musyawarah Kebudayaan Kota Surabaya juga menjadi momentum penting dalam membangun tata kelola kebudayaan yang inklusif dan partisipatif.
Keterlibatan seniman, budayawan, dan pelaku budaya dipandang sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga identitas sekaligus memajukan kebudayaan di tengah arus perubahan zaman.
Acara akan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Dengan forum ini, Surabaya menegaskan komitmennya untuk menempatkan kebudayaan bukan hanya sebagai warisan, tetapi sebagai fondasi pembangunan kota yang berkelanjutan dan berkeadaban. (kim)


























