Barang bukti 133,5 ton bawang bombay selundupan yang diamankan Polda Jateng.

bongkah.id — Bongkahan bawang bombay ilegal seberat 133,5 ton yang diselundupkan dari luar negeri bukan sekadar ancaman ekonomi. Temuan di sebuah gudang kawasan Semarang Utara itu mengindikasikan bahaya yang lebih serius, yakni adanya bakteri penyakit yang berpotensi merusak ekosistem pertanian nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bereaksi keras. Saat inspeksi mendadak di Pelabuhan Semarang, Sabtu (10/1/2026), ia menegaskan penyelundupan pangan bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman biologis.

ads

“Penyelundupan ini merusak ekosistem kita karena ada bakteri dibawa, penyakit, dan seterusnya. Ini harus kami minta Polisi Militer dampingi, Kapolres turun, diusut dan dibongkar sampai ke akar-akarnya. Harus dikasih efek jera,” kata Amran dengan nada tegas.

Kasus ini kini dalam penyelidikan Polda Jawa Tengah. Direktorat Reserse Kriminal Khusus terus mendalami jalur masuk dan pihak-pihak yang terlibat. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk enam sopir truk pengangkut bawang ilegal tersebut. “Proses penyidikan masih berjalan. Enam pengemudi kendaraan pengangkut masih berstatus saksi,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 6.172 karung bawang bombay dengan total berat sekitar 133,5 ton.

Bagi Mentan Amran, ancaman bawang selundupan tidak bisa diukur dari jumlah semata. Satu kilogram bawang yang membawa penyakit, menurutnya, sama bahayanya dengan ribuan ton jika dibiarkan masuk ke sistem pertanian nasional. “Bukan soal tonnya. Satu ton dengan seribu ton sama kalau bawa penyakit. Satu kilo dengan satu juta kilo sama. Dampaknya besar, karena ini menyangkut psikologi dan semangat petani,” ujarnya geram.

Ia menilai praktik penyelundupan pangan merugikan petani dalam negeri dan menggerus kedaulatan pangan. Indonesia, kata Amran, memiliki puluhan juta petani yang harus dilindungi dari praktik curang penyelundupan. Masuknya pangan ilegal bukan hanya menekan harga, tetapi juga merusak kepercayaan dan semangat produksi petani, yang pada akhirnya bisa membuka kembali ketergantungan impor.

Saat ini, seluruh barang bukti bawang bombay ilegal diamankan di gudang penyimpanan. Mengingat sifatnya yang mudah rusak dan berpotensi membawa penyakit, bawang-bawang tersebut akan dimusnahkan setelah melalui proses hukum dan penetapan pengadilan. (anto)
.

2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini