
bongkah.id – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo perintahkan jajaran Polres Kediri, Jawa Timur, lakukan aksi preemtif cegah kenaikan angka kasus Covid-19. Ini karena peningkatan angka kasus pasca liburan Lebaran 2021 di Kabupaten Kediri.
“Polres Kediri lakukan aksi preemtif. Melakukan pendekatan para tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. Perlu edukasi penggunaan masker secara masif, tingkatkan kegiatan Operasi Yustisi, dan Tim Pemburu Covid-19,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (10/6/2021).
Kapolri bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Ganip Warsito meninjau penanganan Covid-19 di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis pagi. Kabupaten Kediri mengalami peningkatan angka kasus postif Covid-19 usai liburan Idulfitri 1442 Hijriah.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri dan rombongan dengan paparan Bupati Kediri Haninditho Pramono mengenai penanganan Covid-19 di wilayahnya. Setelah mendengar paparan Bupati Kediri, Kapolri menyebut ada potensi kenaikan angka kasus Covid-19 di Kediri usai arus mudik dan balik Lebaran.
Untuk itu, Jenderal Sigit memerintahkan jajaran Polres Kediri melakukan upaya preemtif. Selain itu, mantan Kabareskrim Polri ini meminta jajarannya, memastikan kelancaran distribusi vaksin dan kegiatan vaksinasi massal di Kediri.
“Giatkan tracing, tracking, dan testing. Hal tersebut harus dipastikan ketersediaan alat swab antigen dan tingkatkan kecepatan hasil laboratorium,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Satgas Covid-19 per Rabu (9/6/2021) menempatkan Kabupaten dan Kota Kediri dalam Zona Oranye. Zona yang membutuhkan perhatian khusus, karena peningkatan kasus Covid-19 yang mulai menghawatirkan.
Status itu ditempati bersama 24 daerah lainnya di Jawa Timur. Yakni Kota Mojokerto, Surabaya, Malang, Blitar, Batu, Pasuruan, dan Madiun. Selanjutnya Kabupaten Sidoarjo, Madiun, Nganjuk, Ngawi, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Blitar, Pacitan, Tulungagung, Gresik, Banyuwangi, Situbondo, Jombang, Kediri, Malang, Tuban, Bangkalan, dan Tulungagung,
Sementara Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan agar koordinasi antarinstansi terkait dalam penanganan Covid-19 harus dengan baik. Hadi memandang perlu pengetatan protokol kesehatan karena ancaman Covid-19 tidak terlihat.
“Lakukan tracing dan testing serta optimalkan PPKM skala mikro,” katanya.
Hadi juga meminta jajaran TNI, Polri, dan pemda memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, alat kesehatan, serta melaksanakan program vaksinasi nasional berjalan baik di Kabupaten Kediri.
RAPAT INTERNAL
Panglima Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Sigit dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito juga melaksanakan rapat internal. Rapat terkait penanganan Covid-19 di wilayah Jawa Timur itu bertempat di Convention Hall Kediri, Kamis siang.
Usai rapat, Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB meninjau serbuan vaksinasi Covid-19 yang diikuti oleh 2.000 peserta vaksin untuk lansia dan gabungan masyarakat dari beberapa wilayah dengan rincian 500 peserta dilaksanakan di SLG (Simpang Lima Gumul) dan 1.500 akan disebar di 26 kecamatan di Kabupaten Kediri.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Kediri beserta segenap Pejabat Mabes TNI dan Mabes Polri.
Melalui program Serbuan Vaksinasi itu, TNI-Polri terus bergerak untuk mendukung program pemerintah guna dapat mempercepat pencapaian herd immunity, sehingga dapat terwujud dengan cepat dan baik, Indonesia sehat bebas Covid-19, kata Marsekal Hadi.
Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) menekankan agar masyarakat tetap mematuhi disiplin protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan.
“Untuk menghindari penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat diharapkan 3T atau Testing, Tracing, dan Treatment harus dilaksanakan secara konsisten, agar menghindari kasus-kasus baru terutama yang berasal dari luar Kediri,” kata Marsekal Hadi dalam siaran persnya.
Panglima TNI menyebutkan, strategi pengendalian kasus Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi PPKM Mikro harus terus dilaksanakan seperti pemantauan kasus aktif, pemantauan angka kematian, pemantauan angka kesembuhan dan angka isolasi secara real time.
“Pastikan ketersedian tempat tidur rumah sakit untuk merawat pasien, kemudian kesiapan tenaga kesehatan, alat kesehatan yang dibutuhkan, obat-obatan dan pelaksanaan isolasi mandiri,” tegas Panglima TNI.
Setelah itu, rombongan menuju helipad lapangan Simpang Lima Gumul Kediri untuk melanjutkan perjalanan menuju Stadion Surajaya Lamongan. (bid-02)