Bongkah.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sidoarjo dalam beberapa hari terakhir menyebabkan lima desa di Kecamatan Tarik terendam banjir. Hal tersebut menyebabkan ratusan rumah dan beberapa akses jalan tergenang.
Lima desa yang terdampak banjir yakni, Desa Banjarwungu, Gempol Klutuk, Kemuning, Mergosari dan Kalimat. Ketinggian air sekitar 30-50 centimeter.
Camat Tarik, Hari Subagio mengatakan, hingga saat ini banjir masih menggenangi sejumlah titik di lima desa. Desa Kemuning, yang terletak di kawasan sungai menjadi salah satu yang paling terdampak.
“Ada lima desa yang masih tergenang, tetapi yang paling parah adalah Desa Kemuning, karena daerah persawahan, hampir seluruh padi yang baru ditanam tertutup air,” ucapnya
Dia menjelaskan, Pemkab Sidoarjo masih terus melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak banjir. Nantinya, bantuan akan segera diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
“Pemkab Sidoarjo akan melakukan penanganan khusus di kawasan sungai Avour, khususnya di titik pertemuan dua lokasi sungai di wilayah timur Kecamatan Tarik,” jelasnya.
Sungai Avour yang mengalir diedentifikasi sebagai penyebab utama banjir. Sebab, seringkali debit airnya meluap akibat curah hujan tinggi.
“Perlu adanya tindakan konkret untuk mengelola aliran sungai agar banjir tidak kembali terjadi setiap musim hujan,” tegasnya.
Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat warga harus terus waspada. Sebagian warga yang tinggal di daerah dataran rendah masih terjebak dalam genangan air.
“Karena hujan deras, banjir semakin tinggi dan masuk ke dalam rumah, banyak yang terpaksa mengungsi ke rumah saudara yang berada di tempat lebih tinggi,” terang salah satu warga, Priadi.
Dia berharap, air segera surut agar warga bisa kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari. “Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani banjir di tempat kami,” tutupnya. (yg)