
Bongkah.id – Seorang alumni santri Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, menceritakan pengalamannya menunaikan ibadah haji hanya lewat jalur darat dengan mengendarai sepeda gunung (Gowes). Yunus (42), asal Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, mengungkapkan kepergiannya ke tanah suci dengan cara berbeda ini karena terinsiprasi kisah perjalanan haji KH Hasyim Asy’ari.
Yunus yang baru pulang dari tanah suci langsung mengunjungi almamaternya dan disambut hangat oleh keluarga serta ratusan santri Ponpes Tebuireng, termasuk KH Irfan Yusuf dan KH Luqman Hakim. Dia langsung mencium tangan tangan kedua kiai tersebut.
Keringat di pelipis menjadi bukti perjalanan haji Yunus ke tanah suci dengan gowes sepeda gunungnya. Usai bertegur sapa singkat, Yunus menceritakan pengalamannya selama perjalanan hajinya yang unik kepada para santri Ponpes Tebuireng.
Yunus mengaku, ibadah haji melalui jalur darat ini sudah menjadi niat yang ditanamkan dalam hatinya sejak membaca sejarah perjalanan sang pendiri Ponpes Tebuireng, KH Asy’ari. Saat itu, dia masih duduk di bangkus kelas 3 sekolah dasar (SD).
“Setelah membaca Sirah KH Hasyim Asy’ari, disitu banyak cerita perjalanan beliau, sehingga saya ingin mengamalkannya dengan cara pergi beribadah haji tempuh jalur darat,” jelasnya.

Pada 7 Juli 2022, sebelum berangkat ngontel ke tanah suci Mekkah, Yunus menyempatkan diri untuk berziarah ke makam keluarga Ponpes Tebuireng. Dia juga masuk porsi haji di Jombang tahun 1444 Hijriah/tahun 2022.
“Setelah ziarah, saya melanjutkan perjalanan ke tanah suci,” jelas dia.