SHOLAT jenasah KH. Hasyim Wahid (Gus0 yang diikuti ribuan petakziah di Masjid Ponpes Mamba'ul Ma'arif, yang dipimpin Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar.

bongkah.id – Jenazah KH Hasyim Wahid (67 tahun) dimakamkan di kompleks makam keluarga di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kota Jombang, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2020) malam. Posisinya tepat di sebelah kanan makam KH Abdul Wahid Aziz Bisri, dan sekitar dua meter di sebelah utara makam kakek dari garis ibu yang juga salah satu tokoh pendiri NU, KH Bisri Syansuri.

Sebagaimana diketahui Gus Im adalah cucu dari Pendiri Ponpes Tebuiren dan NU Hadratushsyaikh KH M. Hasyim Asy’ari dan Nyai Hajjah Nafiqah. Almarhum putra bungsu dari Menteri Agama RI pertama KH. Abdul Wahid Hasjim dan Nyai Hajah Sholehah. Sementara lima kakaknya, adalah K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Aisyah Hamid Baidlowi, K.H. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), dr. Umar Wahid, Sp.P, dan Lily Chodijah Wahid.

ads

Jenazah Gus Im tiba di Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sekitar bakda Isya’. Setelah diberangkatkan lewat jalur darat sekitar pukul 11.30 WIB. Menggunakan mobil jenazah dengan nomor registrasi B 1377 TYC usai dishalatkan di Masjid Jami’ Al Munawwaroh Ciganjur, Jakarta Selatan.

Selain masyarakat Jombang, kaum nahdliyin, dan para santri pesantren Denanyar yang hadir dalam prosesi pemakaman adik kandung Gus Dur tersebut, terlihar hadir putri Gus Dur Yeni Wahid (Zanuba Ariffah Chofsoh), Lily Wahid, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Mentri Desa PDTT RI Abdul Halim iskandar, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, juga Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan perwakilan OPD.

Sementara dari kalangan ulama yang mendampingi KH Abdul Salam Shohib (Pengasuh Ponpes Mambaul Ma’arif) terlihat KH Abdul Hakim Mahfudz (Pengasuh PP Tebu Ireng Jombang), KH Masduqi Abdurrahman (Pengasuh PP Roudotu Tahfidzul Qur’an Perak Jombang), KH Salmanudin Yazid (Ketua PCNU Jombang), KH Zaimuddin As’ad (Pengasuh PP Darul Ulum Jombang), KH Hasib Wahab (Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang), dan KH Agus Ali Mashuri (Pengasuh PP Bumi Shalawat Sidoarjo).

Para petakziah memberikan penghormatan terakhir kepada ulama yang karib disapa Gus Im itu, saat disemayamkan di Ndalem Kasepuhan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, setelah tiba dari Jakarta lewat perjalanan darat.

Dalam sambutan sebelum jenazah disalatkan, kakak kandung Almarhum Gus Im, Nyai Lily Chadijah Wahid menyampaikan permintaan maaf dari pihak keluarga kepada masyarakat. Usai sambutan, Jenazah Gus Im dihantarkan kedalam Masjid Ponpes Mamba’ul Ma’arif untuk disalatkan. Salat jenazah yang di imami Ketua PWNU Jatim KH Marzuki  Mustamar itu diikuti ribuan petakziah dan santri. Setelah salat selesai, prosesi pemakaman Gus Im dimulai pukul 21.00 WIB.

Semasa hidup, Gus Im berpesan hendaknya, setelah meninggal dunia tidak dimakamkan di Tebuireng, seperti Gus Dur dan Gus Sholah. Dia meminta dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Berdekatan dengan makam kakeknya KH Bisri Syansuri. Dan, bersebelahan dengan makam sepupunya, KH Abdul Wahid Aziz Bisri. Ini karena semasa hidup, Gus Im mempunyai ikatan emosional yang kuat dengan Kiai Wahid Azis. Almarhum sama-sama tinggal di Jakarta dan selalu beristighasah bersama-sama.

Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz mengatakan, kepergian Gus Im tentu saja membuat seluruh keluarga besar keturunan KH Hasyim Asyari dan KH Bisri Syansuri bersedih. Ini karena di tahun 2020 ini sebanyak lima orang cucu KH Hasyim Asyari meninggal berturut-turut. Mulai dari Gus Sholah di bulan Februari, kemudian berturut-turut Abdul Wakhid, Gus Zaki, Gus Thoriq, dan terakhir Gus Im.

“Ini satu kehilangan besar buat keluarga besar Bani Hasyim. Kita dalam tahun 2020, kehilangan lima orang anggota keluarga. Semoga beliau-beliau berkumpul di tempat yang dimuliakan Allah SWT,” kata KH Abdul Hakim Mahfudz.

KERANDA jenasah KH. Hasyim Wahid (Gus IM) saat diusung petakziah secara bergantian menuju kompleks makam keluarga Ponpes Mambaul Maarif Denanyar., Jombang, Sabtu (21/7/2020) malam.

Sementara putra sulung Almarhum KH Hasyim Wahid, Gus Abdul Aziz Wahid menuturkan, bahwa almarhum merupakan sosok yang independen, mandiri, zuhud dan berprinsip. Sangat teguh prinsipnya, bahkan kadang-kadang diatas batas toleransi umumnya. Dalam mengajarkan prinsip berkehidupan, almarhum sangat keras sekali, baik terhadap teman maupun anak. Namun, almarhum juga seorang humoris, romantis dan berwawasan luas.

Ditambahkan, almarhum bukan orang yang misterius. Beliau memang orang yang tidak ingin dikenang sebagai figur yang “manggung”. Dalam arti, beliau bekerja tanpa perlu diketahui dan tanpa pamrih.

“Insya Allah begitu. Kami sekeluarga mohon doanya, mudah-mudahan husnul khotimah, mudah-mudahan amal salehnya diterima, dilipatgandakan pahalanya, dimaafkan kekhilafannya, dimaafkan segala kesalahannya,” katanya dengan mata berkaca-kaca..

Selain itu, Gus Aziz juga memohon maaf kepada banyak pihak, yang kadang-kadang beliau dengan senda guraunya yang nyeleneh atau prinsipnya yang begitu tegas. Sehingga membuat pihak-pihak ada yang tersinggung. “Kami sekali lagi mohon dimaafkan kekhilafan almarhum, dibukakan pintu maaf seluas-luasnya. Mohon didoakan semoga beliau husnul khotimah dan ahlul jannah,” katanya.

Kabar meninggalnya Gus Im terjadi pada hari Sabtu (1/8/2020) menjelang subuh, di Rumah Sakit (RS) Mayapada Jakarta. Almarhum sempat dirawat selama 2 pekan di rumah sakit, karena komplikasi ginjal. Lima hari sebelum wafat, sempat menjalani operasi pemotongan usus 20 cm.

Kabar duka itu disampaikan putra almarhum Gus Sholah, Irfan Wahid di akun twitternya @ipangwahid, dan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin di akun twitternya @lukmansaifudin. Sementara Gubernur Khofifah menyampaikan kabar duka tersebut di akun Instagram-nya.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya mengucapkan berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khotimah. Seluruh amal ibadah diterima Allah SWT, diberi kelapangan kubur, dan dimasukkan ke dalam surgaNya,” kata alumnis Fisip Unair ini.

Selain itu, mantan Menteri Sosial tersebut berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kelapangan dan ketabahan hati atas cobaan ini. (gma)

39

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini