Kejadian Kebakaran Rumah yang sebabkan satu orang nenek tewas hangus terbakar.
Kejadian Kebakaran Rumah yang sebabkan satu orang nenek tewas hangus terbakar.

Bongkah.id – Kebakaran hebat terjadi di Dusun Krajan 1, Desa Karangduren, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Kamis (7/8/2025) malam. Insiden tragis ini menyebabkan seorang nenek bernama Lasmi (83) tewas terbakar di dalam rumahnya.

Ironisnya, upaya pemadaman terkendala keterlambatan dua armada truk pemadam kebakaran (damkar) yang datang ke lokasi, dan keduanya kini mengalami kerusakan usai bertugas.

ads

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB oleh Kepala Desa Karangduren, Nur Kholik. Api pertama kali diketahui oleh warga sekitar, seorang pedagang gorengan di Pasar Karangduren, yang melihat kobaran api membesar dari rumah korban.

“Api terlihat membesar dari arah barat rumah korban. Rumah itu terbuat dari bahan bambu dan kayu, sehingga api cepat menjalar,” ujar Riyadi (65) saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Diketahui dari lokasi kejadian, korban diketahui tinggal seorang diri dan sedang sakit. Saat kebakaran terjadi, korban diduga tidak mampu menyelamatkan diri karena kondisi fisik yang lemah. Lasmi ditemukan meninggal dunia di dalam kamar dengan kondisi tubuh terbakar 100 persen.

Kepala Humas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Jember, Ferdy Eko Putra, membenarkan bahwa proses pemadaman api mengalami keterlambatan. Dua unit armada dari Pos Damkar Ambulu dan Rambipuji diterjunkan, namun tiba di lokasi setelah api membesar.

“Memang kami akui ada keterlambatan, karena armada yang kami miliki usianya sudah tua, tidak bisa melaju cepat. Warga sempat mengeluhkan, kok lama datangnya. Tapi kami berusaha maksimal,” kata Ferdy, mewakili Kepala UPT Damkar Jember, Ahmad Sidiq, Jumat (8/8/2025).

Menurut Ferdy, kedua armada tersebut justru mengalami kerusakan setelah bertugas memadamkan api. Unit dari Pos Ambulu mengalami kerusakan pada sistem rem, sementara truk dari Pos Rambipuji mengalami kerusakan pada bagian joint as dan harus diderek untuk kembali ke posko.

“Unit dari Ambulu remnya blong, dan Rambipuji as joint-nya copot. Dua-duanya sekarang di bengkel untuk perbaikan. Padahal tiga bulan lalu sempat diservis,” jelasnya.

Ferdy menambahkan, saat kejadian, armada yang lebih optimal berada di pusat kota Jember untuk pengamanan kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC), sehingga tidak bisa digerakkan ke lokasi kebakaran.

“Armada yang sehat memang standby di Kota Jember. Satu untuk jaga Alun-alun dan satu lainnya jaga kegiatan JFC. Jadi yang ke lokasi tadi malam hanya dari Pos Rambipuji dan Ambulu,” katanya.

Kapolsek Balung, AKP Agus Sutriono, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan identifikasi korban.

“Korban benar seorang perempuan bernama Lasmi, 83 tahun. Tinggal sendiri dan sedang sakit. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar yang biasa digunakan korban,” ujar AKP Agus.

Warga dan petugas gabungan sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Setelah api berhasil dipadamkan, jasad korban dievakuasi ke rumah keluarga yang berada tak jauh dari lokasi.

Perlu diketahui, dengan kerusakan dua armada damkar tersebut, saat ini hanya tiga unit yang tersisa dalam kondisi siap pakai di Kabupaten Jember. Satu berada di Kalisat, dua lainnya masih berjaga di kawasan Alun-Alun Kota Jember untuk pengamanan acara JFC dan pertunjukan kembang api, yang nantinya berlangsung selama tiga hari ke depan. Dari tanggal 8-10 Agustus 2025. (ata/sip)

31

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini